Hipmi Minta Pembahasan THR Ditunda

Hipmi Minta Pembahasan THR Ditunda
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H Maming. ( Foto: Istimewa )
Leonard AL Cahyoputra / FER Selasa, 7 April 2020 | 21:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kalangan pengusaha mengaku makin dibuat pusing dengan merebaknya wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Pasalnya, saat ini perputaran uang tidak sepenuhnya lancar, namun dalam rentang satu bulan ke depan harus memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada para karyawan.

Baca Juga: Imbas Corona, Hipmi Minta UMKM Diberikan Insentif

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Mardani H Maming mengakui, saat ini para pengusaha dan pelaku industri sedang mengatur strategi bagaimana tetap mempertahankan kesejahteraan karyawannya, dan mencari cara bagaimana persoalan THR pegawai tetap dipenuhi. Untuk itu, Hipmi meminta Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) menunda pembahasan THR.

"Karena tidak elok dibahas pada kondisi sekarang. Bukan tidak dikasih ya, tapi di-pending bahwa jangankan bicara THR. Seletah membahas melalui video confrence dengan Hipmi di seluruh daerah, untuk membayar gaji saja sekarang sedang kesulitan," tegas Mardani H Maming, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Baca Juga: Pemerintah Kaji Ulang THR dan Gaji Ke-13 PNS

Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu mengatakan, kondisi saat ini terbilang buruk. Dimana jangankan meraih keuntungan, untuk bertahan di industri saja membutuhkan upaya yang lebih. Hipmi tengah mengkaji bagaimana caranya agar industri tidak sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu, para pengusaha menilai pemberian THR menjadi beban tahun ini.

"Kita berpikir mau bayar dari mana kalau sekarang terus bahas THR, ini bisa PHK karena beban kami sangat berat. Banyak sektor usaha yang sama sekali tidak beroperasi lagi. Kami mohon kebijakan dari Kemnaker bisa mengeluarkan juga kebijakan yang win-win solution kepada pengusaha," ujarnya.

Baca Juga: Stimulus Jokowi Disambut Positif

Terkait pemberian THR, lanjut Maming, dapat ditunda terlebih dahulu hingga perusahaan dapat kembali stabil. Banyak sektor usaha yang saat ini tidak beroperasi sama sekali.

"Mungkin ada jalan keluar juga bagaimana peraturan yang diaplilkasikan adalah perusahaan dan karyawan bisa berdiskusi secara internal dan negosiasi antara pengusaha dan karyawan itu sendiri. Intinya dikembalikan lagi kepada pengusaha dan pegawai masing-masing untuk mencari jalan tengah. Insyallah kita akan cari way out dan solusi bersama," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com