Imbas Corona, Pendapatan Jalan Tol Turun Hingga 60%

Imbas Corona, Pendapatan Jalan Tol Turun Hingga 60%
Suasana ruas jalan tol JORR W2 segmen Ciledug-Ulujami, Jakarta Selatan, Selasa (22/7). Mulai hari ini ruas jalan tol sepanjang 2,14 kilometer ini sudah beroperasi dengan tarif Rp 8500 untuk kendaraan golongan I (sedan,minibus dan light truck) , namun imbas dibukanya tol JOOR W2 mengakibatkan rute tol golongan I dari Pondok Aren menuju Veteran naik 440% dari Rp 2.500 menjadi Rp. 11.000. ( Foto: Antara/Vitalis Yogi Trisna )
Muawwan Daelami / WBP Rabu, 8 April 2020 | 04:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak pandemi virus corona (covid-19) meluas di Indonesia, pendapatan sektor jalan tol menurun sekitar 40 sampai 60 persen. Penurunan tersebut mulai dirasakan pada Februari hingga April.

"Sekarang ini, lalu lintas harian turun 40 sampai 60 persen dibanding hari-hari normal," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono melalui video konferensi, Selasa (7/4/2020).

Basuki mengatakan, penurunan itu berpengaruh terhadap kemampuan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) membayar kepada bank. Untuk itu, pihaknya berencana meminta relaksasi. Namun hal ini masih didiskusikan.

Baca juga: Kempupera Tawarkan Investasi Lima Proyek Pengembangan Jalan Rp 57,18 Triliun kepada Swasta

Basuki merinci bahwa penurunan mulai terjadi sejak Februari. Pendapatan tol di wilayah Jabodetabek tercatat turun 3,191 juta, lalu menyusul di minggu kedua di bulan yang sama menjadi 3,167 juta. Kemudian pada Maret minggu pertama, pendapatan juga turun menjadi 3,124 juta dan minggu kedua Maret 3,060 juta.

"Minggu ketiga Februari turun 3,153 juta. Tapi, di Maret sudah 2,483 juta. Minggu keempat Februari lebih turun lagi jadi 3,110 juta. Maret minggu keempat itu 1,6 juta. Jadi hampir 50 persen," tambahnya.

Baca juga: PSBB, Kerumunan Tak Boleh Lebih dari 5 Orang

Selain di Jabodetabek, tol di Trans-Jawa juga bernasib sama. Minggu keempat Februari turun 1,257 juta, lalu Maret hanya turun 840.000. Tapi, ujar Basuki, saat ini angkanya turun lagi. "Saya tanya BPJT lagi, malah turunnya tingggal 20 persen LHM. Jadi memang turunnya sudah Maret-April," ucapnya.

Sementara itu, di jalan tol Pandaan-Malang, Basuki mengungkapkan belum ada rencana dilakukan penutupan. Dia menilai tol itu sudah layak dioperasikan, hanya saja belum bertarif. "Kan biasanya diresmikan dulu, tapi sekarang ini boleh pakai. Sampai satu minggu ke depan belum bertarif," imbuhnya.



Sumber: BeritaSatu.com