Investor Hindari Safe Haven, Harga Emas Turun

Investor Hindari Safe Haven, Harga Emas Turun
Ilustrasi emas. ( Foto: Beritasatu Photo/David Gita Roza )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 8 April 2020 | 06:33 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (8/4/2020), berbalik dari kenaikan hari sebelumnya karena tanda-tanda perlambatan penyebaran virus corona di sebagian besar episentrum mendorong pasar ekuitas naik, sehingga investor menjauh dari aset-aset safe-haven.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Bursa Comex turun US$ 10,2 atau 0,6 persen, menjadi US$ 1.683,7 per ounce.

Harga emas tertekan ketika bursa AS yang sempat menguat akhirnya ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average ditutup turun 26,13 (0,1 persen) menjadi 22.653,8 setelah indeks 30-saham unggulan ini sempat naik 937,25 poin, atau 4,1 persen pada level tertinggi tinggi harian. S&P 500 melemah 0,2 persen menjadi 2.659,41 setelah melonjak lebih 3 persen. Nasdaq Composite turun 0,3 persen menjadi 7.887,26 setelah reli 3 persen.

Dengan semua program stimulus pemerintah, investor menghindar dari emas, karena analis percaya mereka tidak ingin ketinggalan kenaikan harga saham.

Baca juga: Wall Street Berfluktuasi, Dow Jones Ditutup Negatif

Namun penurunan emas lebih lanjut tertahan pelemahan dolar AS. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,71 poin atau 0,71 persen ke level 99,97 pada pukul 17.50 GMT.

Pasar saham dunia mencatat kenaikan tajam hari kedua berturut-turut di tengah tanda-tanda kemajuan melawan virus corona di Eropa dan Amerika Serikat. "Apa yang kami lihat di pasar ekuitas lebih daripada sebuah stabilisasi dengan angka (virus corona) memuncak di beberapa kota di AS," kata Head of Analyst Commodity TD Securities, Bart Melek, seperti dikutip oleh Reuters.

Baca juga: Investor Ragukan Penurunan Produksi, Harga Minyak Tertekan

Dia menambahkan harapan stimulus lebih banyak dengan suku bunga lebih rendah untuk jangka panjang akan terus mendukung harga emas.

Investor sedang menunggu risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu waktu setempat, klaim pengangguran mingguan, indeks harga produsen, indeks sentimen konsumen, dan persediaan grosir pada Kamis (9/4/2020), bersama dengan indeks harga konsumen pada Jumat (10/4/2020).

Logam mulia lainnya, perak pengiriman Mei naik 31,1 sen atau 2,05 persen, menjadi US$ 15,48 per ounce. Platinum pengiriman Juli naik US$ 13 atau 1,78 persen, menjadi US$ 745 per ounce.



Sumber: Reuters