The Fed Tahan Suku Bunga Dekati Nol Hingga Dampak Covid-19 Mereda

The Fed Tahan Suku Bunga Dekati Nol Hingga Dampak Covid-19 Mereda
Ilustrasi dolar AS. ( Foto: Antara / Aprillio Akbar )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 9 April 2020 | 06:35 WIB

Washington, Beritasatu.com - Pembuat kebijakan bank senral AS (the Federal Reserve/the Fed) merilis notula pertemuan 15 Maret atau minute of meeting edisi Maret pada Rabu waktu setempat atau Kamis WIB (9/4/2020). Hasilnya the Fed tetap mempertahankan suku bunganya (the fed fund rate/FRR) pada nol hingga 0,25 persen.

Para pembuat kebijakan the Fed tidak hanya menganggap penting kekuatan suku bunga, tetapi akan mempertahankan suku bunga mendekati nol ke depan. Demikian risalah yang dirilis Rabu. Risalah itu mencerminkan para pembuat kebijakan khawatir tentang dampak corona terhadap perekonomian.

"Semua peserta memandang prospek ekonomi jangka pendek AS telah memburuk dalam beberapa pekan terakhir dan telah menjadi sangat tidak pasti," kata notulen berita acara.

Baca juga: Wall Street Meroket karena Harapan Covid-19 Capai Fase Puncak

Pertemuan, yang diadakan secara remote (jarak jauh) pada Minggu sore, menghasilkan bahwa komite akan menerapkan kebijakan menangkal krisis keuangan. Semua anggota mendukung, kecuali Presiden Fed Cleveland Loretta Mester yang berbeda pendapat.

"Dalam diskusi tentang kebijakan moneter pada pertemuan ini, anggota mencatat bahwa wabah corona telah merugikan masyarakat dan mengganggu ekonomi di banyak negara, termasuk Amerika Serikat. Hal ini juga berdampak secara signifikan pada kondisi keuangan global," kata berita acara.

“Anggota menilai bahwa efek corona akan membebani aktivitas ekonomi dalam waktu dekat dan akan menimbulkan risiko prospek ekonomi. Mengingat perkembangan ini, hampir semua anggota sepakat untuk menurunkan tingkat suku bunga (the Federal Fund Rate/FRR) menjadi 0 hingga 0,25 persen,” demikian risalah itu.

Baca juga: Harga Emas Relatif Stabil di Tengah Program Stimulus

Keputusan itu juga menjelaskan panduan yang digunakan the Fed untuk membuat kebijakan ke depannya.

“Berkenaan dengan kebijakan moneter di luar pertemuan ini, para peserta menilai bahwa akan tepat untuk mempertahankan target FRR pada 0 hingga 0,25 persen sampai pembuat kebijakan yakin bahwa ekonomi telah melewati peristiwa baru-baru ini dan berada di jalur tepat untuk mencapai tujuan stabilitas harga," kata berita acara.



Sumber: CNBC