Perangkat Desa Jogjogan Bogor Masuk Program BPJamsostek

Perangkat Desa Jogjogan Bogor Masuk Program BPJamsostek
Mulai April 2020 Desa Jogjogan Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor mendaftarkan perangkat desanya dalam program BPJamsostek. ( Foto: Dok )
Lona Olavia / WBP Kamis, 9 April 2020 | 10:32 WIB

Cisarua, Beritasatu.com - Seluruh perangkat Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor Mulai April 2020 didaftarkan dalam program BPJamsostek.

"Sebagai langkah awal, kami semua perangkat desa anggota Limnas, RT/RW, kader posyandu, kader PKK, BPD, LMP, BUMDes serta guru ngaji yang berjumlah sekitar 160an orang mendapatkan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," kata Kepala Desa Jogjogan Enjang Ruslan Purnama dalam siaran pers, Kamis (9/4/2020).

Menurut dia, rencana awal, pihaknya akan mengumpulkan semua perangkat desa dan mengadirkan BPJamsostek untuk bisa memberikan sosialisasi dan edukasi secara langsung soal manfaat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. "Karena Covid-19, kami tunda," ujarnya.

Endang mengatakan, untuk sementara pendaftaran dilakukan mulai perangkat desa yang sudah dibayarkan awal bulan April. Dilanjutkan, dengan aparat RT/RW dan semua lembaga desa.

Endang menambahkan, potensi UKM di Desa Jogjogan adalah tempat wisata. "Ini juga menjadi prioritas saya untuk meningkatkan UKM yang ada sekitar 200-an wilayah yang disewakan," kata dia.

Dia akan menggerakkan masyarakat untuk bisa memanfaatkan dan bergabung menjadi peserta dalam program BPJamsostek.

Sementara Kepala BPJamsostek Bogor Chairul Arianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih telah mengikutsertakan seluruh perangkat Desa Jogjogan dalam program perlindungan BPJamsostek. "Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm) bermanfaat karena kita sebagai tulang punggung keluarga jika mengalami risiko, tidak terlalu berat," kata Chairul.

Selanjutnya, bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan tidak mampu bekerja, semula hanya mendapatkan manfaat 75 persen dari upah yang dilaporkan untuk enam bulan kedua, kini menjadi 100 persen upah selama satu tahun.

Selain manfaat tambahan program kecelakan kerja, terdapat beberapa peningkatan manfaat jaminan di antaranya santunan kematian dari Rp 16,2 juta meningkat menjadi Rp 20 juta. Biaya pemakaman yang semula Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta, santunan berkala semula Rp 4,8 juta menjadi Rp 12 juta. "Sehingga total santunan sebesar Rp 42 juta," pungkas Chairul.



Sumber: BeritaSatu.com