Airlangga: Kartu Prakerja Efektif untuk Mendata Korban PHK

Airlangga: Kartu Prakerja Efektif untuk Mendata Korban PHK
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Beritasatu.com/Herman)
Triyan Pangastuti / FER Sabtu, 11 April 2020 | 22:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah belaku di wilayah DKI Jakarta sebagai langkah untuk menghindari penyebaran virus corona (Covid-19) semakin meluas.

Pelaksanaan PSBB juga akan diterapkan diwilayah Bogor, Depok dan Bekasi. Namun, kebijakan PSBB dikhawatirkan akan memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih banyak.

Baca: Airlangga Minta Pemda Dampingi Peserta Program Kartu Prakerja

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, sebelum menyepakati diberlakukannya PSBB, pemerintah telah menyiapkan berbagai antisipasi. Apalagi, pemerintah juga mempertimbangkan dampaknya bagi sektor pelaku usaha.

"Tentu pemerintah sudah memperhatikan dampak akibat dari PSBB ini terutama di sektor ritel dan sektor jasa terkait penunjangnya dan juga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual pembukaan pendaftaran kartu prakerja, di Jakarta, Sabtu (11/4/2020).

Menurut Airlangga, pendaftar program kartu prakerja juga bisa diikuti oleh para pekerja yang dirumahkan atau kehilangan pekerjaan dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tutup usaha dikarenakan terkena dampak penyebaran virus corona atau Covid-19.

Baca: Ini Cara Daftar Program Kartu Prakerja

"Tujuan dari kartu prakerja yang semula meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kini juga meringankan beban biaya hidup terutama membantu daya beli terutama kebutuhan sehari-sehari, apalagi di tengah tekanan virus corona, beban dunia usaha dan masyarakat bertambah," jelasnya.

Selain itu, kartu prakerja juga efektif untuk mendata jumlah korban PHK akibat pandemi ini. Hingga saat ini, data yang telah dikurasi oleh PMO Kartu Prakerja ialah sebanyak 5,5 juta orang. Data itu berasal dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) dan tiap sektor usaha kecil terdampak yang berasal dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Disamping itu, Airlangga juga berharap agar pemda masing-masing akan membantu verifikasi data, sehingga data yang masuk ke kartu prakerja ini diupayakan data yang sudah net by name dan by address.

Baca: Tahap Pertama Kartu Prakerja Dibuka untuk 164.000 Peserta

"Pemerintah mengkurasi data di dalam kartu prakerja ini dengan masukan setiap sektor, by name dan by address. Per hari ini, kami sudah mengkurasi data yang sudah diverifikasi jumlahnya 5,5 juta. Jadi data ini yang menjadi basis, data yang ada di PMO. Tentu kami ada kuota untuk sistem yang akan membaca open source kepada mereka yang aktif mendaftar dengan kriteria yang ada," tandas Airlangga.

Adapun setiap penerima kartu prakerja akan mendapatkan paket manfaat total senilai Rp 3.550.000, yang terdiri dari bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta dan insentif pascapelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan untuk 4 bulan (total Rp 2,4 juta), serta insentif survei evaluasi sebesar Rp 50.000 per survei untuk 3 kali survei atau total Rp 150.000 per peserta.



Sumber: BeritaSatu.com