BKPM: Tak Ada Investor Yang Batal Investasi

BKPM: Tak Ada Investor Yang Batal Investasi
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia meluncurkan Pusat Kopi (Pusat Komando & Pengawalan Investasi) BKPM, Jakarta, 23 Maret 2020 ( Foto: istimewa / Istimewa )
Lona Olavia / MPA Senin, 20 April 2020 | 13:44 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan, hingga saat ini tidak ada satupun investor yang mengatakan akan membatalkan investasinya di Indonesia.

“Kami belum temukan satu invstor pun yang batalkan, tapi hanya diulur waktu. Misalnya di Tanjung Jati di Jawa Barat senilai Rp 38 triliun yang mangkrak, groundbreaking-nya Maret diundur karena Covid  jadi ke Mei akhir. Tapi, tetap jalan, di lapanagn sudah ada persiapan. Saya pastikan tidak ada yang membatalkan inevestasinya yang ada hanya menunda waktu dikit atau menjadwal ulang. Tidak ada yang batal,” katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (20/4).

Sejalan dengan itu, hingga saat ini BKPM masih belum merevisi target yang telah diterimanya dari Bappenas sebesar Rp 886 triliun. Meski begitu ditengah pandemi Covid-19 ini, ia telah menyiapkan ada tiga simulasi dari raihan target tersebut. Yakni, optimistis target tercapai Rp 886 triliun, sedang Rp 885 triliun, dan sangat pesimis Rp 817 triliun.

Bahlil mengakui, tren di triwulan II akan turun, terutama pada Penanaman Modal Asing (PMA). Tapi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)-nya belum tentu turun. Pasalnya, BKPM mendorong agar proyek investasi dalam negeri terus berjalan meski ditengah pandemi ini. Namun, ia memastikan proyek harus berjalan dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dianjurkan pemerintah dalam pencegahan Covid-19.

“Misalnya proyek Hyundai yang mangkrak dari total investasi Rp 708 triliun, bekerja dengan jarak satu setengah meter, pakai masker, cuci tangan, tes suhu. Ini perlu kesadaran kolektif,” imbuhnya.



Sumber: BeritaSatu.com