Pemerintah Akan Beri Relaksasi Iuran BPJamsostek Selama Tiga Bulan

Pemerintah Akan Beri Relaksasi Iuran BPJamsostek Selama Tiga Bulan
Airlangga Hartarto. (Foto: Antara)
Herman / EHD Jumat, 1 Mei 2020 | 09:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah akan memberikan stimulus ekonomi untuk perusahaan yang berkomitmen tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para pekerjanya. Antara lain dalam bentuk insentif pajak dan relaksasi pembayaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, ada sekitar 116.705 perusahaan terdampak Covid-19 yang meminta relaksasi dalam pembayaran iuran BPJamsostek.

Sehingga, pemerintah memutuskan akan diberikan pemotongan iuran sebanyak 90% untuk 3 bulan, dan ini dapat diperpanjang 3 bulan lagi, terutama yang terkait Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP).

Fasilitas yang diberikan selama tiga bulan untuk JKK sebanyak Rp 2,6 triliun, JKM sebesar Rp 1,3 triliun, dan ada penundaan iuran jaminan pensiun sebesar Rp 8,74 triliun. “Jadi, relaksasi BPJamsostek yang akan diperkuat melalui Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) ini jumlahnya sekitar Rp 12,36 triliun,” ujar Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2020).

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menambahkan, dengan penundaan pembayaran iuran BPJamsostek tersebut, diharapkan perusahaan-perusahaan tersebut akan dapat membayar Tunjangan Hari Raya (THR) secara layak kepada para pekerjanya. RPP yang membahas penundaan pembayaran iuran tersebut akan segera dibahas kembali dalam waktu dekat, dan disahkan sebelum Idul Fitri 2020.



Sumber: BeritaSatu.com