Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia Rendah, Investor Lebih Melirik Vietnam
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia Rendah, Investor Lebih Melirik Vietnam

Jumat, 1 Mei 2020 | 14:34 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai pandemi Covid-19 bisa dijadikan momentum bagi buruh, pelaku usaha, dan pemerintah untuk melakukan konsolidasi terkait kebijakan tenaga kerja.

Ditundanya pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja menurutnya juga perlu dilihat sebagi tinjauan ulang bagi pemerintah terhadap pasal-pasal bermasalah dan cenderung merugikan buruh.

Di sisi lain, masalah produktivitas juga harus menjadi masukan kepada buruh.

“Menurut ukuran Asia Productivity Organizatiin (APO), indeks produktivitas tenaga kerja asal Indonesia berdasarkan jumlah jam kerja pada 2017 sebesar 1,30. Angka ini masih di bawah Thailand dan Vietnam yang masing-masing sebesar 1,45 dan 1,50. Bahkan, jika kita melihat perkembangan Vietnam, tingkat produktivitas negara Indocina tersebut konsisten meningkat sejak tahun 1990,” ungkap Yusuf Rendy kepada Beritasatu.com, Jumat (1/5/2020).

Jika dilihat perbandingan produktivitas tersebut, perbedaan antara Indonesia dan Vietnam memang tidak begitu jauh. Tetapi menurut Rendy tingkat produktivitas ini turut memengaruhi penilaian investor ketika ingin berinvestasi, meskipun ini bukan pertimbangan utama.

“Kalau mau dilihat yang cukup signifikan perbedaannya itu kinerja logistik, peringkat logistik Vietnam itu di atas Indonesia. Artinya ongkos logistik di Indonesia masih relatif mahal. Padahal ongkos logistik merupakan salah satu komponen penting dalam pembentukan Harga Pokok Produksi (HPP). Selain itu harga gas untuk industri juga menjadi pertimbangan bagi investor di sektor manufaktur,” ujar Rendy.

Di sisi lain, Rendy mengatakan pemerintah perlu melakukan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan pelatihan skil pekerja, sementara Kartu Prakerja juga perlu dievaluasi. Kurikulum yang ditawarkan perlu terus dielaborasi pada sektor-sektor yang sesuai dengan karakteristik pekerja di Indonesia seperti manufaktur, pertanian dan perdagangan.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Ira Aprilianti juga sepakat bahwa poduktivitas yang rendah akan membuat investor ragu untuk berinvestasi di Indonesia. Ia mencontohkan banyaknya investor Tiongkok yang memindahkan investasinya ke negara ASEAN lainnya, sementara Indonesia kurang dilirik.

“Untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja memang cukup kompleks, namun saya merasa pemerintah kurang memberikan perhatian pada program vokasi dan pendidikan berbasis skill. Di Indonesia sendiri program-program tersebut masih dianggap inferior. Padahal program-program tersebut sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri,” ujar Ira.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Berbagi Saat Covid-19, Momentum May Day Jadi Tidak Menakutkan

Kerja antara buruh dan pekerja May Day tak menakutkan.

EKONOMI | 1 Mei 2020


KSBSI: Kartu Prakerja Sulit Diakses

Kartu Prakerja sulit diakses.

EKONOMI | 1 Mei 2020

KSBSI Sebut Ada 2,1 Juta Buruh Terdampak Covid-19

Bila Covid-19 ini masih terus berlanjut hingga Juni 2020, KSBSI memperkirakan 5 juta buruh akan terdampak langsung..

EKONOMI | 1 Mei 2020

130 Tahun May Day, Baru Tahun 2020 Buruh Tak Turun ke Jalan

Buruh Peringati May Day dengan Baksos.

EKONOMI | 1 Mei 2020

Aktivis Giad Desak Pemerintah Batalkan Izin 500 TKA asal Tiongkok

Giad mmeminta pemerintah batalkan izin 500 TKA asal Tiongkok.

EKONOMI | 1 Mei 2020

Gandeng Shopee, Frisian Flag Bantu Tenaga Medis Covid-19

Di tengah pandemi, masyarakat perlu memenuhi nutrisi harian untuk menjaga imunitas tubuh.

EKONOMI | 1 Mei 2020

Minta Omnibus Law Dibatalkan, Buruh Gelar Rapat Online Akbar

Tolak Omnibus Law buruh gelar rapat akbar.

EKONOMI | 1 Mei 2020

Mudik Tetap Dilarang, Kemhub Akan Keluarkan Aturan Turunan

Kemhub akan keluarkan aturan turunan soal mudik.

EKONOMI | 1 Mei 2020

Harga Emas Turun Lima Hari Berturut-turut

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni jatuh US$ 19,2 atau 1,12 persen, menjadi US$ 1.694,2 per ounce.

EKONOMI | 1 Mei 2020


TAG POPULER

# Astrazeneca


# Tol Semarang-Demak


# Movieland Bogor


# Yasonna Laoly


# Berantas Premanisme



TERKINI

Tolak Sembako Dikenakan Pajak, Politikus PKS: Mendatangkan Kesusahan

EKONOMI | 4 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS