Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Petani Tanam Padi

Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Petani Tanam Padi
Petani di Desa Sido Makmur, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, menggunakan mesin transplanter. ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Senin, 4 Mei 2020 | 11:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Meskipun dalam keadaan berpuasa dan ancaman Covid-19, tidak membuat petani patah semangat untuk menanam padi.

Seperti di Kelompok Tani Bintang Jaya, Desa Sido Makmur, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Mereka didampingi penyuluh pertanian saat mengolah sawah. Mereka menanam secara gotong royong dengan menggunakan mesin transplanter di areal 90 hektare.

Usrek, penyuluh pertanian di Desa Sido Makmur mengungkapkan, mereka tetap beraktivitas untuk menjaga ketahanan pangan.

Ditambahkan, masyarakat harus tetap di rumah mengurangi kegiatan di luar. “Biar petani dan penyuluh yang tetap menjaga ketahanan pangan negeri ini. Tanam padi dengan menggunakan alat mesin pertanian Transplanter sangat banyak manfaatnya, selain mempercepat masa tanam, juga menghindari kerumunan banyak orang," jelas Usrek.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, untuk mencegah peyebaran Covid-19, para petani harus bekerja sesuai protokol pencegahan Covid-19. Kemudian, menjaga jarak satu sama lainnya, mengurangi kerumunan orang, serta berjemur pagi hari sambel bekerja di lahan pertanian.

Dikatakan, msyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dari pangan yang sehat dan bergizi, maka akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa Indonesia sehat.

“Ketersediaan pangan dan olahan yang sehat itu, semua berkat kalian sebagai pahlawan pertanian, sebagai pejuang dalam melawan Covid-19 ini, dan ingat dengan tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19, jaga jarak aman, pakai masker, dan selalu menjaga kebersihan tangan serta kesehatan,“ tegas Dedi.

Ketersediaan pangan, khususnya beras yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, menjadi penting untuk tetap selalu ada di tengah mewabahnya Covid-19.

Sebelumnya, Menteri Petanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, di tengah pandemi Covid-19 ini, petani dan penyuluh harus tetap melakukan pekerjaan sehari-harinya dalam menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan.

“Walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama satu bulan," tegas SYL.



Sumber: BeritaSatu.com