Hiswana Migas Mendukung Penuh Pertamina

Hiswana Migas Mendukung Penuh Pertamina
Petugas SPBU melayani konsumen di Jakarta. ( Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 6 Mei 2020 | 15:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Dewan Pengurus Pusat Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (DPP Hiswana Migas) menyatakan operasional penjualan tetap berjalan walaupun penjualan bahan bakar minyak (BBM) mengalami penurunan.

Baca: Harga BBM Bersubsidi Tak Bisa Otomatis Turun

Hiswana Migas mendukung penuh upaya PT Pertamina (Persero) mempertahankan operasional penyaluran BBM dan liquified petroleum gas (LPG) di masa pandemi Covid-19.

Ketua Umum DPP Hiswana Migas, Rachmad Muhamadiyah mengatakan, saat ini para pengusaha yang berada di bawah naungan Hiswana Migas tetap beroperasi walaupun konsumsi BBM terus menurun sejak awal merebaknya virus corona, dan semakin merosot tajam saat sejumlah wilayah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Walaupun kondisi tidak normal, kami tetap beroperasi untuk melayani kebutuhan BBM dan LPG masyarakat. Kami berterima kasih kepada Pertamina yang telah menjaga ekosistem penyaluran energi sehingga anggota Hiswana Migas dapat bertahan menjalankan aktivitasnya dan turut memastikan ketersediaan energi," ujar Rachmad dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/5/2020).

Baca: Pertamina Pastikan Pasokan LPG dan BBM Aman

Menurut Rahmat, dengan tetap beroperasinya lembaga penyalur BBM dan LPG seperti SPBU, SPBE/SPPBE, Agen LPG dan Pangkalan LPG, dapat mengurangi terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang saat ini marak terjadi di industri.

"Kami upayakan seluruh tenaga kerja dalam ekosistem hilir migas tetap menjalankan aktivitas operasionalnya sehingga roda perekonomian terus bergerak sehingga stabilitas perekonomian juga dapat terjaga," imbuhnya.

Berdasarkan data saat ini, terdapat 7.000 SPBU, 650 SPPBE, 4.500 Agen LPG serta 250.000 pangkalan LPG tersebar di seluruh Indonesia. Dengan dukungan operasi dari Pertamina, lembaga penyalur anggota Hiswana Migas ini diharapkan dapat menjadi stimulan ekosistem hilir migas.

"Dengan prosedur HSSE yang ketat, kami tetap membuka layanan, sehingga lebih dari 350.000 tenaga kerja dapat diselamatkan kehidupan ekonominya karena mereka tetap bekerja untuk mendukung distribusi BBM dan LPG ke seluruh pelosok negeri serta berdoa agar masa pandemi Covid-19 ini segera berakhir," pungkas Rahmat.



Sumber: BeritaSatu.com