PGN Perketat Target Pembangunan Jaringan Gas di Masa Pandemi

PGN Perketat Target Pembangunan Jaringan Gas di Masa Pandemi
Ilustrasi jaringan gas bumi.
/ HS Jumat, 8 Mei 2020 | 08:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur pemanfaatan gas bumi di tengah kondisi darurat pandemi Covid-19. Saah satunya memperketat capaian target jaringan gas (jargas) rumah tangga melalui penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam informasi tertulisnya di Jakarta, Kamis (7/5/2020) mengungkapkan, pembangunan jargas rumah tangga tetap berjalan dengan standar ketat untuk mencapai jadwal yang ditargetkan. Perkembangan pembangunan jargas pemerintah dengan dana APBN sampai April 2020 sudah mencapai 19.099 pelanggan.

Sampai April, progres jargas sudah dibangun di sembilan kota/kabupaten yaitu Aceh Utara, Dumai, Kabupaten Banggai, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, dan Kota Mojokerto.

“Progres pembangunan jargas APBN bulan April dalam situasi darurat Covid-19 telah mencapai sekitar 39 persen. Tahun 2020, Kementerian ESDM menugaskan PGN menyelesaikan pembangunan 266 ribu jargas rumah tangga,” ujar Rachmat.

Mengingat proyek ini di dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan pembangunan jargas baik di tempat umum maupun di rumah pelanggan mengikuti standar protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang sudah ditetapkan.

“Perkembangan proyek pembangunan jargas yang dikerjakan PGN saat ini masih berjalan sesuai target. Meskipun terdapat beberapa kendala sebagai dampak Covid-19 antara lain tersendatnya mobilisasi pekerja proyek, material proyek, kesulitan dalam perolehan spare parts peralatan gas karena berasal dari negara terdampak COVID-19, serta terdapat kenaikan kurs dolar AS yang cukup signifikan,” ungkap Rachmat

Rachmat menambahkan PGN melakukan koordinasi dengan BNPB, Ditjen Migas, dan Pertamina Group untuk mendapatkan rekomendasi dan dukungan operasional selama masa tanggap darurat Covid-19 untuk distribusi material proyek.
Selain itu, juga melakukan koordinasi dengan internal PGN maupun Pertamina Group terkait dengan penggunaan material stok pada proyek APBN.

Untuk mengurangi resiko penyebaran Covid-19, PGN mengeluarkan kebijakan pencatatan pemakaian gas selama status darurat pandemi untuk pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil, serta pembayaran tagihan gas melalui berbagai channel pembayaran online seperti Gopay, Tokopedia, LinkAja, dan Klik Indomaret, sehingga pelanggan tidak perlu keluar rumah.

PGN saat ini telah mengelola lebih dari 390 ribu sambungan jargas rumah tangga yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dengan panjang pipa lebih dari 3.800 km. Dalam mencapai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yaitu sebesar 4,7 juta sambungan sampai dengan 2025, PGN dan Kementerian ESDM telah menyusun beberapa program jargas, tidak hanya didanai melalui APBN akan tetapi juga dana internal PGN dan KPBU.

Adapun pada 2020 akan dilakukan pengembangan jaringan dengan APBN sebanyak sekitar 266 ribu sambungan di 49 kabupaten/ kota dan jargas mandiri dana PGN sebanyak 500 ribu sambungan pada 2020-2021.



Sumber: ANTARA