Kemperin Dorong IKM Fesyen Muslim di Tengah Pandemi

Kemperin Dorong IKM Fesyen Muslim di Tengah Pandemi
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Rabu (12/2/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 8 Mei 2020 | 11:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) mendorong industri kecil menengah (IKM) fesyen muslim lokal di tengah pandemi virus corona (Covid-19) melalui pemasaran digital. Menggandeng Shopee, Kemperin meluncurkan inisiatif kampanye beli produk lokal fesyen muslim dengan memanfaatkan momen Lebaran.

"Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar, dan ditargetkan sebagai pusat fesyen muslim dunia," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam video conference peluncuran 'Kampanye Beli Produk Lokal Fesyen Muslim' di Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Agus Gumiwang menyampaikan kegiatan bertema #LebaranUntukSemua bertujuan mengembalikan semangat positif masyarakat agar tetap bisa menikmati nuansa Lebaran sekaligus turut menjaga ketahanan ekonomi nasional di masa pandemi. "Dengan membeli produk fesyen muslim lokal, konsumen ikut membantu roda perekonomian tetap berjalan dan berdampak positif kepada para pengrajin, penjahit, logistik," kata Menperin.

Baca juga: IKM Terdampak Covid-19 Diusulkan dapat Pinjaman Lunak

Secara khusus, program ini bertujuan meningkatkan minat masyarakat terhadap produk busana muslim lokal dan meningkatkan penjualan brand lokal dan IKM produsen fesyen muslim. "Program ini ditargetkan bisa diikuti IKM yang sudah melakukan penjualan di Shopee atau belum pernah berjualan online sama sekali. Nanti IKM diberikan pelatihan pemasaran online di Shopee secara gratis dengan pengajar dari pihak Shopee," kata dia.

IKM yang terlibat dalam kampanye ini berasal dari Jawa Barat (31 persen), Jawa Timur (18 persen), Daerah Istimewa Yogyakarta (13 persen), DKI Jakarta (11 persen), Jawa Tengah (10 persen), Sumatera Barat (7 persen) dan sisanya Banten, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Aceh, Bali, Kepulauan Riau, Lampung dan Maluku Utara.

Baca juga: Tekan Dampak Covid-19, Kemperin Pacu Kreativitas IKM Kopi Berjualan Online

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemperin Gati Wibawaningsih mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya tingkat penjualan IKM fesyen muslim sekitar 60-80 persen. Di saat IKM sudah menyiapkan stok produk untuk menyambut Lebaran, sejumlah toko/pasar tutup karena pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau Physical Distancing. Akibatnya banyak IKM yang memiliki stok produk menumpuk. "Untuk itu, Kemperin berupaya menumbuhkan kewirausahaan IKM lewat bimbingan dan fasilitas promosi pemasaran online," kata Gati.

Head of Public Policy and Government Relations Shopee Radityo Triatmojo, menyampaikan, sSebagai perusahaan berbasis teknologi, Shopee memiliki fungsi dan peran sosial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Dia mengatakan, ada peningkatan jumlah kunjungan hingga 25 kali lipat dibandingkan hari biasanya di puncak kampanye Big Ramadhan Sale pertama yang berlangsung pada 5 Mei lalu di aplikasi Shopee. "Kami berharap, inisiatif ini berdampak positif dan membantu keberlangsungan IKM Indonesia saat masa pandemi," kata dia.

Kampanye bersama belanja produk fesyen muslim dengan tema #LebaranUntukSemua akan dilaksanakan pada 12 - 19 Mei 2020 di Shopee Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com