Ini Syarat Penumpang agar Bisa Dilayani Maskapai saat Pandemi

Ini Syarat Penumpang agar Bisa Dilayani Maskapai saat Pandemi
Petugas melintas di sejumlah pesawat yang terparkir di Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: Antara / Umarul Faruq)
Chairul Fikri / WBP Sabtu, 9 Mei 2020 | 07:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lion Air Group bersiap menjalankan kembali operasioal penerbangan mulai Minggu (10/5/2020) sejalan kebijakan pelonggaran pelayanan moda transportasi umum oleh Kementerian Perhubungan (Kemhub) selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Lion Air akan memberlakukan persyaratan ketat bagi penumpang yang akan dilayani," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan persnya, Sabtu (9/5/2020).

Dia mengatakan, penumpang yang akan dilayani adalah orang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta dimana harus menunjukkan hasil negatif virus corona (Covid-19) berdasarkan rapid rest atau polymerase chain reaction (PCR) rest atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan atau rumah sakit atau puskesmas atau klinik kesehatan. Selain itu, menunjukkan surat tugas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia, Polri yang ditandatangani minimal pejabat setingkat eselon 2.

Baca juga: KKP Bandara Soekarno-Hatta Benarkan 11 Penumpang Positif Covid-19

Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang diteken di atas materai dan diketahui lurah atau kepala desa setempat, menunjukkan KTP serta wajib melaporkan perjalanannya termasuk waktu kepulangannya. Lion Air Group juga memberikan keringanan pada calon penumpang yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia.

"Persayaratannya tetap menunjukan hasil rapid test atau PCR seperti calon penumpang perjalanan dinas, KTP. Selain itu, mereka juga harus menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit untuk pasien yang akan melakukan pengobatan di tempat lain dan atau menunjukkan surat keterangan kematian dari tempat almarhum atau almarhumah untuk izin mengunjungi keluarga yang meninggal dunia (untuk kepentingan mengunjungi keluarga yang meninggal dunia)," lanjutnya.

Baca juga: Bandara Soetta Kembali Aktifkan Pos Pemeriksaan

Lion Air juga akan tetap melayani perjalanan bagi TKI dan pelajar Indonesia yang baru pulang dari luar negeri. Persyaratannya juga harus menunjukan surat hasil rapid test atau PCR, KTP, bagi TKI harus menunjukkan surat keterangan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) atau surat keterangan dari perwakilan RI di luar negeri (untuk penumpang dari luar negeri). "Sedangkan bagi pelajar dan mahasiswa harus Menunjukkan surat keterangan dari universitas atau sekolah dinegara mereka belajar," tandasnya.

Lion Air akan tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai diamanatkan oleh pemerintah dengan pengecekan terhadap petugas dan awak pesawat, menyediakan cairan pembersih (hand sanitizer) di semua pesawat serta menggunakan masker. Lion Air juga akan memberlakukan physical distancing di dalam kabin pesawat.

Pihak Lion Air menegaskan akan mempersiapkan semua armada Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 320-200CEO, Airbus 320-200NEO, Airbus 330-300CEO, Airbus 330-900NEO, ATR 72-500 dan ATR 72-600.

Syarat penumpang tersebut sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selain itu, Surat Edaran Nomor 31 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).



Sumber: BeritaSatu.com