BKPM Dorong Tiga Sektor Prioritas Investasi

BKPM Dorong Tiga Sektor Prioritas Investasi
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia meluncurkan Pusat Kopi (Pusat Komando & Pengawalan Investasi) BKPM, Jakarta, 23 Maret 2020 (Foto: istimewa / Istimewa)
Lona Olavia / FER Jumat, 15 Mei 2020 | 18:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kondisi pandemi Covid-19 mendorong pemerintah untuk tidak lagi mengandalkan sektor-sektor yang sebelumnya menjadi primadona. Sektor yang menjadi prioritas investasi saat ini yaitu manufaktur, hilirisasi, dan alat kesehatan.

Baca Juga: Jawa Barat Paling Diminati Investor

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, sekecil apapun investasi akan memiliki dampak positif bagi penciptaan lapangan kerja.

"BKPM akan terus mendukung investasi besar atau kecil. Wabah ini memang membuat kita lesu, tapi tetap ada harapan. Kita harus optimistis dan kerja keras untuk bangkit kembali,” kata Bahlil dalam siaran pers, Jumat (15/5/2020).

Menurut Bahlil, turunnya perekonomian dunia akibat adanya Covid-19 ini juga berdampak pada Indonesia. Realisasi investasi di triwulan I 2020 yang cukup baik, diyakini akan mengalami penurunan pada triwulan II.

"Wabah Covid-19 ini berdampak sistemik, masif, dan terstruktur terhadap investasi di Indonesia. Sehingga perlu adanya inovasi strategi serta perlu dilakukan evaluasi terhadap target realisasi tahun ini," ujar Bahlil.



Baca Juga: Permohonan Perizinan Lewat OSS Meningkat

Adapun strategi yang disiapkan BKPM dalam mempertahankan iklim investasi di tengah pandemi Covid-19 adalah fokus pada fasilitasi perusahaan yang sudah beroperasi dan yang belum tereksekusi, mendatangkan investasi baru serta memberikan insentif bagi perusahaan yang sudah beroperasi dan akan melakukan ekspansi.

Sementara itu, pengusaha Sandiaga Salahudin Uno menyampaikan, di tengah ketidakpastian pada kondisi saat ini, banyak sekali peluang bagi pelaku usaha untuk melihat investasi apa yang baik dilakukan.

Menurutnya, sektor yang memiliki potensi untuk mengalami kinerja positif di masa krisis ini, antara lain sektor kesehatan, teknologi telekomunikasi, Massive Online Open Course (MOOC), digital, makanan, bioteknologi, jasa hukum, dan clean energy.



"Berinvestasi harus mempunyai tujuan, yaitu menyejahterakan masyarakat. Kita harus memiliki dampak positif dan berkelanjutan membangun negeri ini, dan saya yakin sekarang waktu yang tepat. Ciptakan tenaga kerja dan perkuat ekonomi kita agar sanggup menahan gejolak pandemi ini," tandas Sandiaga.



Sumber: BeritaSatu.com