Garuda Indonesia Rumahkan Sementara Karyawan Kontrak

Garuda Indonesia Rumahkan Sementara Karyawan Kontrak
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. (Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal)
Thresa Sandra Desfika / Lona Olavia / CAH Minggu, 17 Mei 2020 | 16:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Maskapai nasional Garuda Indonesia merumahkan sementara waktu sekitar 800 karyawan dengan status tenaga kerja kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) selama tiga bulan terhitung sejak tanggal 14 Mei 2020.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, kebijakan merumahkan karyawan dengan status PKWT tersebut merupakan upaya lanjutan yang perlu ditempuh di samping upaya-upaya strategis lain yang telah Garuda Indonesia lakukan. Hal ini untuk memastikan keberlangsungan perusahaan tetap terjaga di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19.

Baca JugaPendapatan Menurun Akibat Covid-19, Direksi Garuda Indonesia Lapor ke Komisi VI

"Kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan kepentingan karyawan maupun perusahaan dan dilakukan dalam rangka menghindari dilakukannya pemutusan hubungan kerja (PHK). Di samping itu, implementasi kebijakan ini juga telah melalui kesepakatan dan diskusi dua arah antara karyawan dan perusahaan," papar Irfan dalam keterangannya, Minggu (17/5/2020.

Dia menambahkan, kebijakan ini bersifat sementara yang akan terus dikaji dan evaluasi secara berkala sejalan dengan kondisi perusahaan dan peningkatan operasional penerbangan yang tentunya diharapkan akan terus membaik dan kembali kondusif.

Irfan menjelaskan, selama periode tersebut karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan hak kepegawaian berupa asuransi kesehatan maupun tunjangan hari raya yang sebelumnya telah dibayarkan.

Baca JugaTantangan Garuda Hadapi Badai Covid-19

"Kebijakan ini merupakan keputusan berat yang harus diambil dengan pertimbangan mendalam terkait aktivitas operasional penerbangan yang belum sepenuhnya normal. Namun demikian, kami meyakini Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," tutup Irfan.

Sebelumnya Garuda Indonesia telah melaksanakan sejumlah upaya strategis berkelanjutan dalam memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan, antara lain melalui renegosiasi sewa pesawat, restrukturisasi network, efisiensi biaya produksi dan termasuk penyesuaian gaji jajaran komisaris, direksi, hingga staf secara proporsional serta tidak memberikan tunjangan hari raya kepada direksi dan komisaris.



Sumber: BeritaSatu.com