Jelang Idulfitri, Pertamina Pastikan Stok LPG di Jateng Aman

Jelang Idulfitri, Pertamina Pastikan Stok LPG di Jateng Aman
Elpiji 3 kg. ( Foto: Beritasatu Photo / Stefy Thenu )
Stefy Thenu / WBP Senin, 18 Mei 2020 | 10:06 WIB

Semarang, Beritasatu.com – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV memastikan ketersediaan dan penyaluran LPG di wilayah Jawa Tengah menjelang hari raya Idulfitri aman.

Pjs. General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah, Senin (18/5/2020) menuturkan, Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi LPG sebesar 2 persen selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

“Rata-rata harian normal penyaluran LPG saat ini di angka 4.035 MT (Metric Ton) dan akan naik menjadi 4.095 MT. Jumlah tersebut tidak berbeda jauh dari Ramadan dan Idulfitri 2019 yang berkisar di angka 4.090 MT per hari,” ujar Johan.

Baca juga: Tetap Beroperasi di Tengah Pandemi, Pertamina Lokomotif Perekonomian Nasional

Dijelaskan, untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan permintaan LPG khususnya ukuran 3 kg bersubsidi (PSO), pihaknya mengimbau masyarakat tetap patuh pada aturan yang telah ditetapkan dan tidak perlu khawatir kekurangan pasokan.

“Jika terjadi lonjakan, Pertamina bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan berkoordinasi untuk mengalokasikan pasokan tambahan dengan tidak mengurangi jumlah kuota yang telah ditetapkan pemerintah pusat”, ungkap Johan.

LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau tidak mampu sehingga Pertamina berharap kepada warga mampu dapat menggunakan LPG nonsubsidi yaitu varian bright gas.

Baca juga: Pertamina MOR IV Salurkan Bantuan Covid-19 Rp 1,5 M di Jateng-DIY

Saat ini, di wilayah Jawa Tengah Pertamina memiliki lebih dari 40.000 pangkalan LPG PSO dan 4.800 outlet Non PSO. Harga Eceran Tertinggi LPG 3 kg bersubsidi per tabung sesuai aturan Pemerintah daerah adalah sebesar Rp 15.500.

Harga tersebut diperuntukkan bagi agen dan pangkalan yang berada di wilayah dalam radius penyaluran Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE). Sedangkan wilayah yang berada jauh dari SPPBE akan ditambah dengan ongkos distribusi namun tidak lebih dari Rp 17.000 per tabung.

Bila terdapat pangkalan Pertamina yang menjual di atas harga HET, maka konsumen dapat melaporkannya ke aparat setempat atau melalui kontak Pertamina 135.

Di saat pandemi Covid-19 ini, Pertamina telah memiliki layanan pesan antar atau delivery service untuk memudahkan masyarakat mendapatkan produk BBM dan LPG. Konsumen dapat menghubungi kontak Pertamina 135 untuk memesan produk BBM seperti Pertamax series dan LPG bright gas.

Penyaluran BBM
Sementara meskipun terjadi penurunan permintaan karena dampak pandemi Covid-19, Pertamina MOR IV tetap melakukan pengawasan dan penyaluran BBM kepada konsumen.

Dibandingkan tahun sebelumnya, konsumsi BBM d Pertamina di wilayah MOR IV tahun 2020 jauh menurun. Pada 2019, realisasi penyaluran BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) meningkat 26 persen dari rataan harian normal 12.000 Kiloliter menjadi 15.000 KL.

Namun pada tahun ini perkiraan rata-rata harian saat Ramadhan dan Idulfitri untuk BBM jenis gasoline hanya berkisar 9.800 KL atau turun hampir 40 persen. Untuk BBM jenis gasoil (Solar dan Dex Series) juga mengalami penurunan dari tahun lalu yaitu pada 2019 rata-rata di bulan Ramadan konsumsi berkisar di angka 5.800 KL per hari, namun di tahun ini berkisar 5.000 KL atau turun 14 persen.

Kebijakan larangan mudik membuat Pertamina tidak membuka titik-titik SPBU modular di jalan tol Trans Jawa. Namun stok BBM di 7 titik SPBU regular di Jalur Tol Trans Jawa (wilayah MOR IV) tetap disiagakan dan dalam jumlah cukup.

Adapun ketujuh titik SPBU regular tol Trans Jawa yang berada di wilayah MOR IV yaitu SPBU Jalur A arah ke Surabaya di KM. 379, 429 dan 519 serta SPBU jalur B ke Jakarta yaitu di KM. 260, 360, 389 dan 519.



Sumber: BeritaSatu.com