Kemdes PDTT Ajak ITB Rumuskan Dana Desa yang Berkeadilan dan Tepat
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemdes PDTT Ajak ITB Rumuskan Dana Desa yang Berkeadilan dan Tepat

Senin, 18 Mei 2020 | 21:38 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar didampingi Sekjen Anwar Sanusi dan Pejabat Tinggi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemdes PDTT) menggelar Video Conference dengan Civitas Akademika Institut Teknologi Bandung (ITB).

Poin utama dalam pertemuan itu terkait dengan reformualsi alokasi dan penentuan skala prioritas Dana Desa agar lebih akomodatif untuk pembangunan kawasan perdesaan.

Abdul Halim Iskandar dalam arahannya mengatakan, pembangunan desa harus bertumpu pada akar budaya. Kearifan lokal harus menjadi prioritas untuk diberikan ruang gerak yang maksimal. Dicontohkannya, Kepala Desa dulu dianggap menjadi figur yang bisa menyelesaikan segala persoalan di desa karena bertumpu pada kearifan lokasi dan akar budaya.

"Olehnya, kami ingin ada focusing dan penataan paradigma baru dalam pembangunan masyarakat desa dengan adanya Dana Desa saat ini," kata Halim, Senin (18/5/2020).

Halim menuturkan, perlu adanya penataan paradigma karena pada dasarnya Dana Desa ini miliki nilai positif yang cukup banyak, meski ada pernyataan sebagian kalangan yang menyebutkan jika itu justu membuat Gotong Royong di desa menjadi berkurang.

Olehnya, kata Halim, perlu dilakukan sebuah strategi yang tepat agar berbagai sorotan dengan keberadaan Dana Desa bisa dieliminasi.

Kemdes PDTT sering dikritik karena formulasi dana desa tidak mencerminkan keadilan dan belum berpengaruh secara signifikan menurunkan angka kemiskinan di desa.

Olehnya, Kemdes PDTT butuhkan dukungan ITB untuk reformulasi Dana Desa. "Meski ini ranah Kemenkeu, tapi Kemendes PDTT akan berikan usulan jika ada ada masukan dari ITB," kata Halim.

Selain itu, Halim juga mengajak ITB untuk melakukan kajian atau telaah akademik untuk memberikan masukan soal strategi penentuan skala prioritas pengunaan Dana Desa. Pasalnya, hingga saat ini, diakui memang regulasi terkait Dana Desa memang terkesan menyamakan kondisi desa yang ada di Papua dengan desa yang ada di Bandung.

"Ini jadi satu masalah sendiri, yang perlu ada penanganan atau perubahan paradigam dan alur pikir. Olehnya, kami harapkan dukungan dari Civitas Akademiki ITB," kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Hal yang agak mendesak karena waktunya agak mepet, kata Gus Menteri, adalah penyusunan Peraturan Menteri Desa (Permendes) terkait dengan Skala Prioritas Pengunaan Dana Desa tahun 2021 yang harus selesai pada bulan Agustus 2020 ini.

Dukungan ITB yang juga diharapkan Kemdes PDTT yaitu terkait Sistem Informasi Desa. Berkaca pada hari ini, dari sisi kebijakan Jaring Pengamanan Sosial yang ditetapkan oleh Presiden untuk antisipasi Covid-19 luar biasa banyak termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

BLT sendiri pada faktanya baru terealisasi sekitar 24 persen, sementara desa yang sudah menyelesaikan Musyawarah Desa (Musdes) untuk penentuan Keluarga Peneriman Manfaat (KPM) sekitar 50.000 desa.

Salah satu penyebab minimnya realisasi ini karena masalah tumpang tindih data di tingkat Kabupaten, dimana Kemendes PDTT memang mensyaratkan hasil Musdes dibawa ke tingkat Kabupaten untuk disinkronisasikan. "Ini Kelemahan tapi merupakan keniscayaan. Dengan sinkronisasi di daerah terjadi hambatan luar biasa," kata Halim.

Halim ingin di tahun 2021 jadi momentum untuk ada Sistem Informasi Desa, yang terkait kelengkapan data mengenai desa yang juga berisikan soal potensi desa. Jika memang hal ini disetujui Presiden Joko Widodo (Jokowi) maka bisa saja aparatur desa dilatih oleh BPS sebagai operatornya.

Hingga akhirnya, seluruh data itu basisnya di desa dan updating data ini bisa dilakukan setahun sekali dengan gunakan Dana Desa.

Kemdes PDTT pun ingin ada revitalisasi ekonomi di desa, apalagi pasca pandemi Covid-19 ini. Kemendes ingin desa miliki konsep yang utuh dan implentatatif terkait urusan ketahanan pangan.

Jika persoalan ketahanan pangan ini telah tertata dengan baik maka urusan-urusan lainnya menjadi tidak terlalu rumit di desa. "Revitalisasi ekonomi jangka pendek karena Covid-19 maupun pengembangan ekonomi desa dan pedesaan menurut kami juga butuhkan dukungan pemikiran dan konseptual dari ITB," kata Mantan Ketua DPRD Jombang ini.

Rektor ITB Reini D Wirahadikusuma sendiri mengapresiasi kepercayaan Kemendes PDTT dengan mengajak ITB untuk bersama-sama memikirkan arah dan skala prioritas pembangunan desa. "ITB berkenan membantu karena kebetulan kampus baru akan aktif kembali pada Agustus 2020 maka itu ada alokasi waktu untuk kerja sama ini," kata Rektor perempuan pertama ITB ini.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sektor Perbankan Masih Tertekan di 2020

Pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

EKONOMI | 18 Mei 2020

Proyek Terbaru Alam Sutera Bukukan Penjualan Rp 200 Miliar

EleVee Promenade merupakan kawasan bisnis yang terintegrasi dengan apartemen EleVee Penthouses & Residences.

EKONOMI | 18 Mei 2020

Kemkop dan UKM Lakukan Rapid Test Covid-19

Kemkop dan UKM lakukan rapid test.

EKONOMI | 18 Mei 2020

RUPS XL Axiata Setuju Bagi Dividen Rp 215 Miliar

RUPS PT XL Axiata menyetujui untuk membagi dividen Rp 215 miliar serta mengangkat Dian Siswarini sebagai presiden direktur.

EKONOMI | 18 Mei 2020

GrabFood Bantu Tenaga Medis Sekaligus Gerakkan Bisnis Kuliner Lokal

GrabFood telah mendistribusikan lebih 13.000 paket makanan pada tahap pertama.

EKONOMI | 18 Mei 2020

Pemerintah Alokasikan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional Rp 641,17 Triliun

Nilai tersebut terbagi dari 11 instrumen kebijakan

EKONOMI | 18 Mei 2020

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.850

sentimen positif terlihat kembali masuk ke pasar keuangan

EKONOMI | 18 Mei 2020

Ekonom Senior Sebut Butuh Solidaritas Global Hadapi Covid-19

Tiap negara perlu menghimpun segala sumber daya dan berbagi data, temuan, pengalaman, dan vaksin

EKONOMI | 18 Mei 2020

IHSG Naik Tipis 0,08 Persen

Diiringi aksi jual saham oleh investor asing sebesar Rp 601 miliar.

EKONOMI | 18 Mei 2020

Pebisnis Perlu Terapkan Strategi Komprehensif Hadapi Covid-19

Implementasi strategi penjualan langsung nampak sudah diterapkan oleh berbagai perusahaan

EKONOMI | 18 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS