Kemperin Tingkatkan Kompentesi Aparatur Industri di Daerah

Kemperin Tingkatkan Kompentesi Aparatur Industri di Daerah
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemperin Eko S.A Cahyanto. (Foto: Dok BPSDMI Kemperin)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 20 Mei 2020 | 16:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) mendorong pelaku usaha produktif di tengah pandemi virus corona (Covid-19) dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan menghadapi new normal yaitu kondisi global yang merupakan akumulasi bagaimana manusia berperilaku menuju kondisi normal baru. Untuk itu menyikapi hal itu, Kemperin juga meningkatkan kompetensi aparatur atau pembina industri di daerah.

"Kementerian Perindustrian terus mendorong agar industri tetap produktif," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual di pada pembukaan bimbingan teknis (bimtek) dihadiri kepala dinas perindustrian dari 34 provinsi di Indonesia dalam keterangan yang diterima Rabu (20/5/2020).

Agus Gumwang mengatakan, Kemperin juga telah mengeluarkan Surat Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), terutama bagi industri yang terkait langsung dengan aspek ekonomi dan sosial. “Pemutusan mata rantai Covid-19 menjadi prioritas, namun kegiatan industri manufaktur dan ekonomi harus mengikuti di belakangnya. Kita bersama-sama menyelamatkan tenaga kerja kita,” tutur Menperin.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Eko S.A Cahyanto mengatakan, kegiatan bimtek bagi aparatur industri seluruh daerah di Indonesia, ini bertujuan meningkatkan kompetensi pembina industri daerah. "Dengan demikian mereka mampu beradaptasi dalam menjalankan tugasnya mendampingi pelaku usaha dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi beragam, termasuk pandemi Covid-19," kata Eko.

Eko menambahkan, program penyiapan aparatur pembina industri daerah bertujuan agar terus mendorong kemajuan industri di Indonesia dengan sinkronisasi persepsi antara aparatur pusat dan daerah terkait kebijakan pengembangan dan pembinaan industri serta pembangunan SDM. "Penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur industri didesain secara khusus sebagai upaya transfer knowledge bagi pembina industri di daerah dalam menghadapi tantangan saat ini," kata Eko.

Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut membahas pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha industri pada masa pandemi Covid-19, Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), hingga kebijakan pembinaan dan pengembangan industri agro, kimia, tekstil, transportasi dan elektronik.

Kementerian Perindustrian telah memetakan sejumlah sektor industri yang terdampak pandemi Covid-19, yaitu industri yang suffer, moderat dan high demand. Industri yang masuk kategori high demand menjadi perhatian utama, karena masih memiliki permintaan tinggi selama pandemi Covid-19. Selain itu juga memastikan agar stimulus yang telah dirancang pemerintah dapat tersampaikan kepada pelaku usaha/industri yang terdampak Covid-19 ini.

 



Sumber: BeritaSatu.com