Permintaan Pulih, Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi Sejak Maret

Permintaan Pulih, Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi Sejak Maret
Ilustrasi eksplorasi minyak lepas pantai. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 22 Mei 2020 | 05:34 WIB

Texas, Beritasatu.com - Harga minyak mentah dunia naik ke level tertinggi sejak Maret pada perdagangan Kamis (21/5/2020) didukung rendahnya persediaan minyak mentah AS, pemangkasan pasokan OPEC dan pemulihan permintaan karena pemerintah melonggarkan pembatasan pergerakan masyarakat karena virus corona (Covid-19).

Minyak mentah acuan internasional, Brent naik 31 sen, atau 0,87 persen menjadi US$ 36,06 per barel, sementara minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI) naik 43 sen, atau 1,28 persen menjadi US$ 33,92 per barel.

Baca juga: Harga Minyak Mentah WTI Naik

Harga minyak mentah telah merosot pada tahun 2020, dimana Brent mencapai level terendah dalam 21 tahun di bawah US$ 16 per barel pada April karena hancurnya permintaan. Dengan meningkatnya penggunaan bahan bakar dan tanda-tanda kelebihan pasokan sedang ditangani, Brent telah meningkat lebih dua kali lipat.

"Pasokan global telah dibatasi pada tingkat yang besar," kata analis Rystad Energy, Paola Rodriguez Masiu. "Kami berada di jalur yang jelas menuju pemulihan bertahap sekarang."

Baca juga: Tren Positif Wall Street Terhenti Dipicu Data Klaim Pengangguran

Data terbaru, kelebihan pasokan berkurang dimana persediaan minyak mentah AS turun 5 juta barel pekan lalu.

"Reli di futures minyak mentah mulai mendekati level di mana penurunan produksi serpih AS mulai melambat dan mungkin berbalik ketika produsen berbiaya rendah berusaha menghasilkan pendapatan," kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan negara lainnya, yang dikenal OPEC+, sepakat memotong pasokan 9,7 juta barel per hari mulai 1 Mei. Sejauh ini pada bulan Mei, OPEC+ telah memotong ekspor minyak sekitar 6 juta barel per hari.



Sumber: BeritaSatu.com