Subsidi BBM Perlu Didorong ke Sektor Produktif
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Subsidi BBM Perlu Didorong ke Sektor Produktif

Jumat, 22 Mei 2020 | 06:27 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang tinggi dinilai membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekaligus bisa membuat warga boros dan terlena. Besarnya subsidi yang tidak tepat sasaran dapat menimbulkan jebakan yang berbahaya seperti yang dialami Venezuela.

“Subsidi ini memang perlu dipangkas secara bertahap dan dialihkan kepada sektor lain yang produktif, tetapi pengalihan tersebut harus memastikan bahwa masyarakat miskin tetap bisa mendapatkan energi dalam jumlah yang cukup dan berkualitas,” ujar Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Febby Tumiwa dalam keterangannya Jumat (22/5/2020).

Febby menambahkan, pemerintah juga tidak perlu terburu-buru merevisi harga BBM karena harga minyak saat ini fluktuatif (volatile) dan tidak mencerminkan keekonomian yang wajar. Penyebabnya adalah permintaan turun drastis dalam waktu singkat tapi tidak diikuti dengan penurunan pasokan. Terjadi kondisi oversupply sehingga mengakibatkan lonjakan permintaan storage dan mengakibatkan inventory meningkat. “Tidak banyak yang bisa dilakukan Pertamina karena tidak bisa menciptakan permintaan dalam jangka pendek. Yang bisa dilakukan adalah pengelolaan inventory, mengendalikan produksi minyak mentah dan produksi kilang,” ucap Febby.

Dia mengatakan, saat ini untuk BBM subsidi diberikan pada BBM jenis diesel (solar) dan minyak tanah. Di APBN 2020, besarnya Rp 18,7 triliun. Adapun yang cukup besar adalah subsidi LPG 3 kg, senilai Rp 49,4 triliun.

Menurut data Kementerian Keuangan, pada 2011 subsidi BBM mencapai Rp 165,2 triliun, kemudian pada 2012 meningkat tajam menjadi Rp 211,9 triliun. Pada 2013 terjadi sedikit penurunan subsidi menjadi Rp 210 triliun, namun meningkat kembali pada 2014 menjadi Rp240 triliun.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finanance (Indef) Uchok Pulungan mengingatkan, harga BBM murah juga bisa membuat program energi alternatif selain fosil bisa menjadi lambat. “Memang, ada tendensi kalau harga BBM murah insentif untuk mengembangkan energi altenatif jadi tidak menarik. Itu yang selama ini terjadi. Tapi, saat harga BBM naik, baru kita panik,” kata Uchok kepada media.

Uchok menilai, dalam penentuan harga BBM, perlu mempertimbangkan berbagai aspek termasuk pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Memang, ada koreksi harga niai tukar dan penurunan harga minya, namun tetap hati-hati dalam mengambil kebijakan harga BBM.

Ia mengingatkan, saat ini lebih penting mendorong daya beli masyarakat tetap terjaga agar ekonomi lebih berputar, konsumsi rumah tangga tidak anjlok. Caranya, menekan inflasi pangan lewat operasi pasar di daerah, juga memastikan THR terhadap para pekerja dibayarkan.

Pengalaman pahit Venezuela telah memberikan pelajaran bahwa kebijakan populis yang memanjakan warga dengan aneka subsidi terbukti tidak produktif dan bisa menjerumuskan negara dalam krisis ekonomi. Pada tahun 2000-2013, pemerintah Venezuela memberi subsidi BBM sehingg harga bensin pada Juni 2013 sempat mencapai 1 sen dolar AS per liter, atau sekitar Rp 140 per liter, lebih murah dari air mineral. Tragisnya, kenikmatan subsidi itu dibayar sangat mahal ketika Venezuela dilanda krisis ekonomi sejak 2014.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Harta Miliarder AS Naik Rp 6.400 T saat Pandemi Covid-19

Elon Musk meraih persentase keuntungan terbesar di antara jajaran miliarder AS selama dua bulan, dengan kekayaan bersih melonjak 48 persen menjadi US$ 36 miliar

EKONOMI | 22 Mei 2020

Permintaan Pulih, Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi Sejak Maret

Minyak mentah acuan internasional, Brent naik 31 sen, atau 0,87 persen menjadi US$ 36,06 per barel.

EKONOMI | 22 Mei 2020

Tren Positif Wall Street Terhenti Dipicu Data Klaim Pengangguran

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 101,78 poin atau 0,4 persen menjadi 24.474,12.

EKONOMI | 22 Mei 2020

Dukung New Normal, BTN Ajak Pengembang Kolaborasi Bangun Rumah Rakyat

BTN siap menjadi mitra pemerintah maupun developer dalam mendorong kebangkitan bisnis properti.

EKONOMI | 21 Mei 2020

Perbarindo: Aset Industri BPR Tembus Rp 150 Triliun

Aset industri BPR tumbuh sebesar 10,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 150 triliun.

EKONOMI | 21 Mei 2020

Bisakah Kita Bangkit dari Bencana Covid-19? Ini Ulasan John Riady

Menurut John, sejarah membuktikan bahwa ekonomi dunia bisa bangkit lebih kuat lagi setelah terjadinya krisis yang dahsyat.

EKONOMI | 21 Mei 2020

Patra Jasa Tuntaskan Pembangunan RSPP Extension Covid-19

Patra Jasa memastikan bahwa rumah sakit ini dibangun sesuai dengan standar RS pada umumnya.

EKONOMI | 21 Mei 2020

Pertagas Bantu Warga Terdampak Covid-19 di 41 Titik Indonesia

Langkah ini merupakan komitmen Pertagas dalam upaya penanggulangan dampak Covid-19.

EKONOMI | 21 Mei 2020

Bulog Pastikan Stabilisasi Harga Beras dan Gula Berjalan Lancar

Bulog menjamin kecukupan pangan pokok bisa bertahan hingga akhir tahun dengan stok beras yang dikuasai Bulog sebesar 1,4 juta ton yang tersebar merata.

EKONOMI | 21 Mei 2020

BNI Hi-Movers Sisihkan THR Rp 130,2 Miliar untuk Tangkal Virus

Hari Raya Idulfitri 24 – 25 Mei 202, akan menjadi Lebaran yang istimewa bagi para BNI Hi-Movers.

EKONOMI | 21 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS