Petani Milenial Giatkan Diversifikasi Pakan Ternak Melalui Korporasi

Petani Milenial Giatkan Diversifikasi Pakan Ternak Melalui Korporasi
Petani menjemur gabah di Tangerang, Banten, Senin (13/4/2020). (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Bernadus Wijayaka / BW Jumat, 22 Mei 2020 | 08:44 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Program inisiasi Kementerian Pertanian (Kemtan), yaitu Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) telah menetaskan banyak pengusaha muda pertanian.

Terbukti kini telah banyak petani pengusaha milenial yang tidak hanya sukses sekadar bertani, tetapi juga berhasil mengembangkan usahanya di bidang pakan ternak dengan omzet fantastis, bahkan ekspor.

Salah satunya, Tekad Urip Sujarnoko dan Ardiansah yang merintis usaha produksi pakan ternak yang diberi nama PT Agro Apis Palacio. Keduanya merupakan alumni Fakultas Peternakan IPB dan mendapatkan program PWMP.

“Awalnya memang dedicated untuk domba dan kambing, tetapi sekarang sudah banyak jenis lain. Mulai dari sapi, kelinci dan ada juga untuk lele. Lele ini ada di fasilitas kami yang ada di Lebak, Banten,” ujar Ardiansah, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/5/2020).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (YSL), menaruh harapan pertanian pada generasi milenial. “Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar Mentan SYL.

Selain di Bogor dan Banten, PT Apis juga memperluas wilayah hingga ke Magetan. Saat merintis usaha ini pada 2015, Ardiansah dan Tekad melihat adanya peluang bisnis di pakan ternak kambing dan domba.

“Ketika tidak banyak pabrik pakan lain yang fokus ke kambing dan domba karena mungkin kurang ekonomis, justru kami melirik bidang usaha ini,” ungkap Ardiansah.

Saat ini, kapasitas produksi PT Apis telah mencapai mencapai ± 300 ton per bulan. Ardiansah mengaku, untuk pasar terbesar masih di Jawa Barat dan Jabodetabek, walaupun di Jawa Timur sudah mulai besar statistik permintaannya. Bahkan omzet diraih PT Apis periode ini sudah mencapai Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar per bulan.

Lebih lanjut disampaikan Ardiansyah, selain produksi pakan, juga terdapat unit usaha lain. Dalam pengembangannya, dirinya dan rekannya Tekad merangkul banyak pengusaha muda lainnya untuk bekerjasama dengan sistem joint venture, di antaranya Richard yang memiliki usaha peternakan domba dan Praselta yang memiliki usaha aqiqah.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Kemtan, Dedi Nursyamsi menegaskan, dalam berbagai kesempatan, penumbuhan wirausahawan muda pertanian menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkembangkan minat generasi milenial akan dunia pertanian.

“Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk perguruan tinggi mitra, yang salah satunya adalah IPB, Bogor. Diharapkan melalui program PWMP mampu mewujudkan target 2,5 juta petani milenial dalam 5 tahun,” ujar Dedi.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arshanti yang ikut berkunjung ke lokasi menyampaikan dukungan penuh Kemtan kepada petani pengusaha milenial dalam mengembangkan usaha taninya.



Sumber: BeritaSatu.com