Garuda Indonesia Pastikan Pelayanan Penumpang Sesuai Protokol Kesehatan

Garuda Indonesia Pastikan Pelayanan Penumpang Sesuai Protokol Kesehatan
Garuda Indonesia Diprediksi Rugi Akibat Wabah Corona (Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV)
Thresa Sandra Desfika / EHD Senin, 25 Mei 2020 | 09:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra melakukan pengecekan langsung penanganan dan pelayanan penumpang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang pada Minggu (24/5/2020).

Pengecekan pelayanan ini bertujuan agar penanganan penumpang mulai dari check-in hingga boarding atau masuk ke dalam pesawat tetap sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

"Pemerintah sudah memberitahukan terkait rapid test, PCR, dan phsycal distancing. Bagi penumpang yang mau terbang harus menyertakan surat surat lengkap," kata Irfan dalam keterangannya, Senin (25/5/2020).

Tak hanya kelengkapan dokumen saja, Irfan juga memastikan, pelayanan penumpang saat melakukan boarding tetap memperhatikan physical distancing.  "Di dalam pesawat pun sudah kami terapkan distancing, makanan pun kita jaga kesehatannya, awak kabin pun dicoba untuk tidak terlalu berinteraksi dengan penumpang," ujar Irfan.

Selain memastikan pelayanan penumpang sesuai dengan protokol kesehatan, Irfan juga mengecek kesiapan kru penerbangan. Bahkan, dirinya langsung memimpin briefing terhadap kru penerbangan yang sedang bertugas.

"Jadi seluruh faktor yang mempengaruhi interaksi kita jaga. Kita jaga seperti itu, karena kita tidak mau dianggap sebagai penyebar (Covid-19) itu," jelas Irfan.

Irfan mengatakan, setiap penerbangan Garuda Indonesia hanya mengangkut maksimal 50% penumpang dari seat yang tersedia.

Pada hari raya Idul Fitri 1441 H ini, maskapai Garuda Indonesia hanya melayani 33 penerbangan. Di Bandara Soetta sendiri terdapat 14 penerbangan dengan okupansi atau tingkat keterisian penumpang pesawat berada dibawah 50 persen dari seat yang ada.

"Okupansi di tiap pesawat kita komitmen untuk menjamin keselamatan penumpang, distancing kita jaga, mayoritas di bawah 50 persen. Kita memastikan penumpang terbang saat ini yang harus pergi bukan yang mau pergi," tutur Irfan.

 



Sumber: BeritaSatu.com