Pandemi Covid-19, Garuda Grounded 70 Persen Pesawat

Pandemi Covid-19, Garuda Grounded 70 Persen Pesawat
Sejumlah penumpang menuruni pesawat Garuda Indonesia di Bandara Ferdinand Lumban Gaol di Sumatera Utara. (Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad defrizal)
Thresa Sandra Desfika / YUD Senin, 25 Mei 2020 | 16:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Maskapai Garuda Indonesia melakukan grounded terhadap hampir 70% pesawat karena penurunan aktivitas penerbangan akibat pandemi Covid-19. Namun selama pesawat di-grounded, maskapai pelat merah itu tetap melakukan perawatan.

"Iya, 70% pesawat, kami lakukan grounded," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat dihubungi di Jakarta, Senin (25/5).

Sementara itu, Direktur Pemeliharaan Garuda Indonesia Rahmat Hanafi menjelaskan, jumlah penerbangan yang semakin berkurang di tengah pandemi Covid-19, membuat Garuda melakukan grounded sejumlah pesawat. Namun, selama pesawat grounded, Garuda Indonesia melakukan prolong inspection untuk tetap menjaga kelaikudaraan pesawat.

"Dalam masa Covid-19, kita banyak melakukan grounded pesawat. Karena memang rute dan flight kita berkurang," ujar Rahmat Hanafi.

Baca juga: Garuda Indonesia Pastikan Pelayanan Penumpang Sesuai Protokol Kesehatan

Dia menambahkan, untuk menjaga pesawat tetap layak terbang, pihaknya melakukan prolong inspection yang terdiri dari beberapa tahapan sesuai dengan aircraft manual masing-masing pesawat.

Prolong inspection dilakukan pada beberapa aspek, seperti mesin, kabin, hingga sistem pesawat. Pengecekan dan perawatan dilakukan agar saat pesawat kembali mengudara, pengguna dapat merasa nyaman dan aman.

Baca juga: Restrukturisasi Garuda Harus Fokus Kurangi Pengeluaran Tak Efisien

Pada bagian mesin, lanjut dia, dilakukan penutupan guna mencegah masuknya partikel masuk ke dalam mesin yang dapat mengganggu performanya. Jika masa prolong lebih dari 14 hari, pesawat akan dibuka untuk memberikan sirkulasi udara yang baik pada mesin. Secara bersamaan, dilakukan pengecekan dan pembersihan dan kemudian ditutup kembali.

Baca juga: Garuda Perpanjang Pelunasan Sukuk Global Jatuh Tempo Rp 7,3 T

"Kalau prolong itu lama. Itu seat cover akan kita copot, kemudian seat-nya dibersihkan, dan yang dicopot akan dibersihkan," jelas Rahmat.

Pesawat akan dipersiapkan dalam 2-3 hari, sebelum siap kembali mengudara. "Jadi, pesawat akan kita ambil dari storage 2-3 hari sebelumnya. Kita cek semua, baik dari mesin, kabin hingga sistemnya. Agar pesawat itu tetap aman dan nanti pada saat dipakai sudah reliable," papar dia.



Sumber: BeritaSatu.com