Startup Delman Raih Pendanaan Tahap Awal Rp 23,6 Miliar

Startup Delman Raih Pendanaan Tahap Awal Rp 23,6 Miliar
Founder dan CEO Delman, Surya Halim.  (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Herman / FER Selasa, 26 Mei 2020 | 17:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Delman, perusahaan rintisan (startup) manajemen big data mengumumkan telah menerima pendanaan tahap awal (seed funding) senilai US$ 1,6 juta atau sekitar Rp 23,6 miliar (kurs Rp 14.755 per dolar AS) yang dipimpin oleh Intudo Ventures. Investor lain yang terlibat adalah Prasetia Dwidharma Ventures dan Qlue Performa Indonesia.

Baca Juga: Synergy Accelerator Lahirkan 10 Startup

Delman akan menggunakan pendanaan ini untuk melakukan ekspansi bisnis, yaitu dengan mengembangkan ekosistem manajemen big data yang dapat digunakan klien untuk membuat prediksi dan keputusan bisnis, serta membangun Delman R&D Center (pusat pengembangan dan riset big data) di Surabaya pada tahun ini.

Founder dan CEO Delman, Surya Halim menjelaskan, pendanaan tahap awal ini merupakan kerja sama strategis Delman dengan Intudo Ventures, Prasetia Dwidharma Ventures, dan Qlue Performa Indonesia. Delman akan mengembangkan ekosistem manajemen big data secara end-to-end mulai dari menggabungkan, membersihkan, dan mengklasifikasi data hingga memvisualisasikan data dalam bentuk dashboard yang mudah dipahami.

"Solusi manajemen big data Delman membantu perusahaan untuk mempercepat proses integrasi data yang berasal dari berbagai sumber. Data tersebut akan diolah dan dianalisis untuk menghasilkan insight terbaik yang dapat digunakan oleh manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan,” kata Surya Halim dalam keterangan resminya, Selasa (26/5/2020).

Baca Juga: Kopi Kenangan Raih Pendanaan Baru US$ 109 Juta

Surya menjelaskan, sejak berdiri di tahun 2018 lalu, Delman bekerja sama dengan Qlue untuk membantu manajemen big data berbagai perusahaan dan instansi pemerintah yang selama ini tidak beraturan dan diolah dengan cara tradisional, agar lebih efisien dengan proses otomatisasi pengolahan data. Delman juga telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan riset dan konsultasi ternama di Indonesia dalam membuat desain penyatuan data untuk klien, sehingga memudahkan perusahaan dalam menyusun strategi bisnis yang tepat.

"Masalah klasik terkait data di Indonesia adalah banyaknya data yang tidak terstruktur dan tidak serasi satu sama lain, diolah secara tradisional, dan minimnya wawasan tim dalam mengolah data. Kami menemukan bahwa rata-rata perusahaan mengeluarkan US$ 200.000 atau sekitar Rp 2,9 miliar dan 70 persen waktunya untuk membersihkan (cleansing) dan mengklasifikasikan data menjadi sebuah database (warehousing)," papar Surya.

Delman, lanjut Surya, mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia dan efisiensi dalam analisis big data, dengan menyajikan berbagai fitur seperti data cleansing assistant, identity matching, dan juga konfigurasi spesifik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Baca Juga: Peruri Kembangkan Big Data Berbasis Blockchain

Untuk mendukung hal tersebut, Delman akan membangun Delman R&D Center di Surabaya dan merekrut data scientist terbaik untuk mengembangkan produk dan layanan analisis big data, termasuk merekrut data scientist Indonesia yang saat ini bekerja di Silicon Valley.



Sumber: BeritaSatu.com