Harga Minyak Turun 4 Persen karena Ketegangan AS-Tiongkok

Harga Minyak Turun 4 Persen karena Ketegangan AS-Tiongkok
Ilustrasi minyak. (Foto: Beritasatu.com/Muhammad Reza)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 28 Mei 2020 | 05:38 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak berjangka jatuh pada perdagangan Rabu (28/5/2020) setelah Presiden AS Donald Trump merespons kuat terhadap Undang-Undang Keamanan yang diusulkan Tiongkok di Hong Kong. Selain itu, komitmen Rusia mengurangi produksi lebih lanjut dipertanyakan.

Minyak mentah Brent turun US$ 1,43, atau 3,95 persen menjadi US$ $ 34,74 per barel, sementara minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI) berkurang US$ 1,54, atau 4,48 persen ke US$ 32,81 per barel.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dalam panggilan telepon setuju tentang koordinasi erat lebih lanjut terkait pembatasan produksi minyak, kata Kremlin.

Baca juga: Dow Jones Naik di Atas 25.000 Pertama Kalinya Sejak Maret

Namun banyak yang meragukan komitmen Rusia menjelang pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, dua minggu mendatang. Kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ ini memangkas produksi hampir 10 juta barel per hari (bph) pada Mei dan Juni.

"Kedengarannya hebat di atas kertas, tetapi pasar menahan kegembiraan sampai kita mendapatkan perincian lebih lanjut apakah akan ada pemotongan, berapa barel akan dipotong, dan periode pemotongannya," kata Analis Price Futires Group, Phil Flynn.

Sementara ketegangan antara AS dan Tiongkok terus meningkat setelah Beijing mengumumkan rencana untuk memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional baru di Hong Kong, sehigga memicu protes di jalan.

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo menyatakan bahwa Hong Kong tidak lagi menjamin perlakuan khusus berdasarkan hukum AS seperti yang dilakukan ketika berada di bawah kekuasaan Inggris. Hal ini menjadi pukulan terhadap statusnya sebagai pusat keuangan utama dunia.

Ramalan suram atas dampak ekonomi pandemi juga membebani minyak mentah. Ekonom memperkirakan 2 juta orang Amerika mengajukan aplikasi awal untuk asuransi pengangguran minggu lalu. Departemen Tenaga Kerja AS akan melaporkan pada Kamis.

Ekonomi zona euro mungkin akan menyusut antara 8 persen dan 12 persen tahun ini, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde memperingatkan bahwa hasilnya akan antara menengah dan parah.

Tanda-tanda lain melemahnya permintaan bahan bakar adalah kilang Jepang beroperasi hanya 56,1 persen dari kapasitas minggu lalu, terendah sejak 2005.



Sumber: CNBC