BRI Ubah Pasar Dinoyo Menjadi Pasar Online

BRI Ubah Pasar Dinoyo Menjadi Pasar Online
Ilustrasi pasar tradisional. (Foto: Antara)
Novy Lumanauw / MPA Kamis, 28 Mei 2020 | 15:00 WIB

 

Malang, Beritasatu.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memfasilitasi para pedagang di pasar tradisional Dinoyo Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk berdagang secara online melalui konsep Pasar Online Tradisional.

Kepala Pengelola Pasar Dinoyo Jufri Naz (48) mengungkapkan, sejak pemerintah memberlakukan aturan physical distancing untuk memutus rantai penyebaran virus corona, aktivitas jual beli di Pasar Dinoyo menurun drastis.

“Kami sebagai manajemen dan pengelola pasar mencoba mencari alternatif lain supaya pasar tetap hidup, pedagang tetap berdagang,” kata Jufri melalui keterangan tertulis, Kamis (28/5/2020).

Ia mengatakan, pengelola pasar memutuskan untuk menjalin kerja sama sinergis dengan Bank BRI untuk penyediaan website: s.id/pasardinoyo sebagai media penjualan online para pedagang. Laman tersebut menyediakan berbagai macam informasi terkait jenis – jenis barang yang dijual dan cara pemesanan barang di Pasar Dinoyo.

“Saat ini, sebanyak 170 dari 800 pedagang telah bergabung dalam pasar online tradisional. Sosialisasi dan promosi terus kami lakukan untuk mengajak para pedagang di Pasar Dinoyo agar berdagang secara online,” katanya.

Jufri mengungkapkan, pelibatan para pedagang dalam sistem perdagangan secara online sejalan dengan program pemerintah untuk membangkitkan kembali perekenonomian nasional pada masa new normal melalui kebijakan relaksasi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kami bersyukur Bank BRI merespon kebijakan new normal dengan melakukan berbagai terobosan inovasi untuk mendukung pelaku UMKM agar terus tumbuh,” katanya.

Ia mengatakan, mayoritas pedagang menjual sembako, pakaian, dan berbagai macam barang kebutuhan masyarakat, selain kebutuhan rumah tangga, juga merupakan pemasok kebutuhan hotel dan restoran di sekitar Malang.

Jasa Kurir

Lebih lanjut Jufri mengatakan, dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan menjamin barang diantar hingga ke konsumen, pengelola Pasar membantu menyediakan kurir yang telah diberikan pelatihan.

Bagi para kurir, pengelola pasar memberdayakan para tukang ojek yang berada di sekitar pasar, sehingga juga membantu meningkatkan pendapatan mereka di tengah pandemi.

Barang yang telah dipesan konsumen akan diantarkan langsung oleh kurir baik dengan menggunakan motor ataupun kendaraan roda tiga. Dalam penjualan barang, pengelola pasar menggunakan konsep Payment on Delivery (POD), yaitu pembayaran akan dilakukan setelah barang sampai ke tangan konsumen.

“Kami melengkapi para kurir dengan alat EDC, sehingga mereka dapat menerima pembayaran dengan kartu Bank. Selain itu, Kami juga memberikan seragam khusus untuk mereka sehingga konsumen dapat mengenali kurir resmi pasar sekaligus memberi rasa nyaman bagi pembeli,” tegas Jufri.



Sumber: BeritaSatu.com