Hutama Karya Kebut Pembangunan Tol Trans Sumatera

Hutama Karya Kebut Pembangunan Tol Trans Sumatera
Pembangunan ruas tol Padang-Sicincin, yang menjadi bagian dari 24 ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Secara keseluruhan JTTS ditargetkan rampung pada 2024 mendatang. (Foto: Dok Hutama Karya)
Muawwan Daelami / FER Kamis, 28 Mei 2020 | 22:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memperoleh kembali penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 7,5 triliun pada tahun 2020, setelah sebelumnya menerima PMN sebesar Rp 3,5 triliun. Dengan demikian, total PMN yang diterima Hutama Karya di tahun 2020 menjadi Rp 11 triliun.

Baca Juga: Hingga Lebaran, 300.000 Kendaraan Melintas di Tol Trans-Sumatera

"Perusahaan berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan para stakeholder kepada Hutama Karya dalam rangka melanjutkan proyek dan pembangunan jalan tol Trans Sumatera (JTTS)," kata Senior Executive Vice President (SEVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan dalam keterangan resminya, Kamis (28/5/2020).

Fauzan mengatakan, seluruh dana PMN akan digunakan perusahaan untuk melanjutkan pembangunan JTTS di beberapa ruas seperti Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km senilai Rp 2 triliun, ruas Sp Indralaya-Muara Enim sepanjang 119 km senilai Rp 3,2 triliun, ruas Pekanbaru-Pangkalan sepanjang 95 km senilai Rp 4,3 triliun, dan menutup pembiayaan ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km senilai Rp 1,5 triliun yang pembangunannya telah selesai.

Suntikan PMN yang diperoleh Hutama Karya ini didasarkan pada kriteria yang disusun pemerintah yaitu pengaruh perusahaan terhadap hajat hidup orang banyak, peran sovereign yang dijalankan BUMN, eksposur terhadap sistem keuangan, dan kepemilikan pemerintah serta total aset yang dimiliki.

Baca Juga: Hutama Karya Kebut Pembangunan Tol Padang-Sicincin

Hutama Karya dinilai telah mencapai kriteria tersebut sehingga perusahaan ini rencananya akan kembali menerima PMN sebesar Rp 7,5 triliun di 2020. PMN tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23/2020 tentang Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Tentu, hal tersebut dapat memperkuat perusahaan dalam menyelesaikan tugas yang diamanatkan pemerintah dalam pembangunan dan pengembangan JTTS sepanjang 2.765 km yang terbentang dari Lampung hingga Aceh," kata Fauzan.

Fauzan menjelaskan, hingga saat ini sepanjang lebih kurang 500 km ruas tol di JTTS sudah terbangun dengan 368 km ruas tol yang telah beroperasi penuh.

Baca Juga: Hutama Karya Gelar Anugerah Hutama 2020

Adapun beberapa ruas tol tersebut seperti Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140 km, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) sepanjang 189 km, tol Palembang-Indralaya (Palindra) sepanjang 22
km, dan Tol Medan Binjai (Medbin) seksi 2 dan 3 sepanjang 17 km.

Tahun 2020 ini, Hutama Karya juga terus melanjutkan pembangunan JTTS di beberapa ruas prioritas di antaranya ruas tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km di mana progres konstruksinya sudah mencapai 97 persen secara rata-rata, disusul ruas tol Sigli-Banda Aceh seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13,5 km dengan progress konstruksi mencapai 99 persen, dan ruas Medan-Binjai seksi 1 Tanjung Mulia-Helvetia sepanjang 6 km yang ditargetkan selesai pada pertengahan tahun mendatang.

"Dengan berjalannya proyek JTTS yang digarap Hutama Karya, akan membantu menggerakkan roda perekonomian wilayah sekitar Sumatera," pungkas Fauzan.

 



Sumber: BeritaSatu.com