New Normal, KAI akan Wajibkan Penumpang Gunakan Face Shield

New Normal, KAI akan Wajibkan Penumpang Gunakan Face Shield
Suasana stasiun Jatinegara yang sepi dari penumpang di Jakarta, Senin (25/5/2020). (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Thresa Sandra Desfika / YUD Jumat, 29 Mei 2020 | 16:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sudah menyiapkan pedoman normal baru dalam pelayanan kepada pelanggan baik pada bisnis angkutan penumpang dan barang. Normal baru KAI ini sebagai bentuk adaptasi pelayanan perkeretaapian dengan mengurangi kontak fisik dan menerapkan protokol kesehatan.

Nantinya, selama perjalanan kereta api, selain menggunakan masker, penumpang juga diharuskan mengenakan face shield yang disediakan oleh KAI. Face shield tersebut wajib digunakan penumpang hingga keluar dari area stasiun kedatangan.

Baca juga: Pakar Epidemiologi: New Normal Terlalu Dini di Indonesia

“Pedoman ini dibuat untuk melindungi pegawai dan pelanggan kami dari kemungkinan terpapar Covid-19 pada masa new normal,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus melalui keterangan, Jumat (29/5/2020).

Joni menerangkan, pedoman new normal tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Joni mengatakan, pedoman tersebut akan diaplikasikan ketika kereta api jarak jauh reguler kembali beroperasi. Saat ini, KAI masih menunggu arahan dari Kementerian Perhubungan dan terus memperhatikan perkembangan penerapan PSBB di berbagai daerah.

Baca juga: Sebelum Terapkan New Normal, Pemerintah Diminta Lakukan Kajian Matang

Pada pedoman new normal ini, nantinya pemesanan tiket hanya dapat dilakukan secara online yaitu Aplikasi KAI Access, Web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KAI lainnya. Sedangkan loket hanya difungsikan untuk pembelian go show (tiga jam sebelum jadwal Keberangkatan).

Saat memasuki area stasiun, terang Joni, masyarakat diwajibkan untuk memakai masker dan bersuhu tubuh kurang dari 37,3 derajat Celsius. Pada proses boarding, penumpang harus menunjukkan tiket dan identitas penumpang kepada petugas boarding. Jika sudah diperiksa, maka penumpang melakukan scan tiket secara mandiri. "Langkah ini untuk meminimalisasi kontak fisik antara penumpang dan petugas,” ujar Joni.

Selama perjalanan, papar Joni, selain menggunakan masker, penumpang juga diharuskan mengenakan face shield yang disediakan oleh KAI. Face Shield tersebut wajib digunakan penumpang hingga keluar dari area stasiun kedatangan.

Guna memastikan kesehatan penumpang, petugas akan mengukur suhu badan penumpang di atas kereta tiap 3 jam sekali. Jika ada penumpang yang kedapatan bersuhu badan 37,3 derajat Celsius atau lebih dan mengalami gejala Covid-19, maka penumpang tersebut akan dipindah ke ruang isolasi yang ada di kereta.

Baca juga: New Normal, Penumpang KRL Dilarang Berbicara dan Menelpon

“Bila kondisi penumpang perlu penanganan segera, kami akan menghubungi dokter atau petugas kesehatan di stasiun terdekat yang memiliki fasilitas pos kesehatan,” ujar Joni.



Sumber: BeritaSatu.com