Sandiaga: Industri Jamu Miliki Prospek Bagus di Era Normal Baru

Sandiaga: Industri Jamu Miliki Prospek Bagus di Era Normal Baru
Rempah-rempah untuk pembuatan jamu. (Foto: Antara)
Robertus Wardi / FER Sabtu, 30 Mei 2020 | 17:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga pengusaha nasional, Sandiaga Salahudin Uno, meyakini Indonesia mampu bangkit dan memasuki era normal baru atau new normal

Baca Juga: Sandiaga Ajak Masyarakat Dukung Brand Lokal

Sandiaga melihat ada banyak peluang investasi yang bisa dikembangkan pada era new normal, terutama industri yang terkait dengan kesehatan dan gaya hidup masyarakat.

Untuk sektor tersebut, Sandiaga menilai, usaha jamu memiliki prospek yang bagus dan sangat menarik dilakukan. Pasalnya, produk ini berbasis lokal dengan bahan baku tersedia di dalam negeri. Lebih dari itu, terbukti bisa meningkatkan imunitas tubuh.

"Industri jamu, saya pikir penting untuk lebih diperhatikan dan diseriusi saat memasuki era new normal," kata Sandiaga di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Baca Juga: Jusuf Kalla Sebut Kenormalan Baru Sebagai Harapan

Menurut Sandiaga, investasi di bidang ritel dan sumber daya alam (SDA) saat ini sedang menurun akibat kebijakan pembatasan sosial guna memangkas penyebaran virus corona. Misalnya minyak dan gas yang terus mengalami penurunan permintaan.

Di sisi lain, pendiri PT Saratoga Investama Sedaya ini mengatakan, besarnya prospek bisnis jamu tidak terlepas dari perubahan gaya hidup masyarakat ketika memasuki era new normal. Sebab gaya hidup sehat akan menjadi prioritas masyarakat.

"Pola penanganan kesehatan pun berubah, dari rehabilitative-kuratif menjadi promotif-preventif. Sehingga bisnis yang terkait upaya pencegahan (dari penyakit) akan tumbuh, seperti masker, vitamin, termasuk jamu,” ujar Sandiaga.

Baca Juga: Peluang Investasi di Balik Pandemi Covid-19

Sandiaga sendiri merasa kecewa melihat Indonesia masih impor obat-obatan, termasuk vitamin. Padahal, jamu tidak kalah baik khasiatnya dengan produk impor.

"Kok kita nggak pernah belajar dari bisnis, kita seperti nggak mampu ciptakan kasih solusi. Masa vitamin aja impor. Kenapa nggak kembangkan industri jamu?" tanya Sandi.

Sandiaga menjelaskan, jamu adalah antibiotik dan antioksidan alami yang terbaik. Bukan itu saja, bahan-bahan jamu pun tersebar luas dan mudah didapatkan di Indonesia, mulai dari temulawak sampai kunyit.

Baca Juga: Pemprov Jatim Belum Siap Terapkan New Normal

"Kita ada temulawak, jahe, kunyit, ini saya kemarin belajar bikin jamu. Nah, jamu ini the best antibiotic dan antioksidan di alam Indonesia sendiri. Kenapa nggak kita riset bagus, dan kita buat sendiri," tandasnya.

Sandiaga meyakini, dengan adanya industri jamu bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional. Pasalnya, jamu merupakan bagian dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa.

"Pengembangan industri jamu akan berdampak signifikan pada ekonomi lokal ketimbang suplemen atau vitamin pabrikan yang sebagian masih harus diimpor. Bahan jamu juga gampang dikembangkan, bisa dilakukan di mana-mana, seperti di pekarangan rumah," pungkas Sandiaga.



Sumber: BeritaSatu.com