Ada Pandemi, Pendapatan Pelindo II Terjaga di Posisi Rp 3,5 Triliun

Ada Pandemi, Pendapatan Pelindo II Terjaga di Posisi Rp 3,5 Triliun
Suasana bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Thresa Sandra Desfika / MPA Minggu, 31 Mei 2020 | 15:15 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – PT Pelindo II (Persero) atau Indonesia Port Corporations membukukan pendapatan sebesar Rp 3,5 triliun selama periode Januari-April 2020. Dengan capaian ini, perusahaan masih optimistis pendapatan usaha terjaga di tengah kondisi perekonomian global yang terdampak pandemi Covid-19.

“Memang arus peti kemas pada periode Januari hingga April 2020 turun 4,8%. Namun pendapatan perseroan masih terjaga. Salah satu penopangnya adalah tumbuhnya kinerja beberapa anak perusahaan,” kata Direktur Utama IPC Arif Suhartono dalam keterangannya, Minggu (31/5).

Dia mencontohkan, kinerja PT Jasa Armada Indonesia (JAI) yang merupakan anak perusahaan IPC tumbuh signifikan. Pada kuartal I-2020, pendapatan usaha JAI naik 20% menjadi Rp184 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 154 miliar.

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak besar bagi perekonomian global dan nasional. Namun, lanjut Arif, IPC terus berupaya meminimalisir dampak tersebut jauh-jauh hari.

“Salah satu antisipasi yang kami lakukan adalah mengatur penugasan yang efektif di seluruh terminal sehingga semua kapal yang bersandar terlayani sesuai jadwal kedatangan. Sejak awal virus corona merebak, IPC tetap beroperasi dan memastikan semua aktivitas kapal barang di pelabuhan terlayani,” jelas Arif.

Sejauh ini, IPC belum merevisi target pendapatan tahun 2020. Perseroan masih melihat situasi hingga akhir Juni untuk merevisi target-target tahun 2020.

Pada tahun 2019, IPC mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 11,14 Triliun, dengan laba bersih sebesar Rp 2,5 triliun. Dengan mulai bergeraknya perekonomian di beberapa negara, seperti Tiongkok yang menjadi penyumbang terbesar arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, IPC berharap kinerja perseroan terus terjaga. Selama periode Januari-April 2020, arus peti kemas Tanjung Priok tercatat sebesar 2,12 juta TEUs.

“Kita harapkan di era normal baru ini pandemi Covid-19 bisa dikendalikan sehingga perekonomian global bergerak dan arus peti kemas bisa meningkat hingga kuartal keempat tahun 2020,” kata Arif.



Sumber: BeritaSatu.com