Sandiaga Dorong Pembukaan Lapangan Kerja Saat New Normal

Sandiaga Dorong Pembukaan Lapangan Kerja Saat New Normal
Teks Foto: Pengusaha Sandiaga Uno menunjukkan salah satu produk lokal, Rabu (20/5/2020) (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Robertus Wardi / FER Senin, 1 Juni 2020 | 17:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyebaran wabah virus corona atau Covid 19 sangat berdampak terhadap sejumlah perusahaan di Indonesia. Sejauh ini, ada 75 perusahaan terpaksa menutup pabriknya dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1,2 juta karyawan.

Baca Juga: Industri Jamu Miliki Prospek Bagus di Era Normal Baru

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus pengusaha nasional, Sandiaga Uno mengemukakan, kondisi saat ini merupakan masa yang sulit bagi perusahaan besar maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Para pengusaha menghadapi penurunan besar keuangan dan pendapatan.

"Dalam dua bulan terakhir, mereka terus berjuang mencari pemasukan untuk tetap membayar upah pekerjanya,” kata Sandiaga Uno di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Sandiaga menjelaskan perusahaan-perusahaan di Indonesia belum memiliki sistem rancangan perlindungan upah seperti yang ada di Amerika Serikat (AS) atau negara-negara Eropa. Akibatnya, perusahaan terus bekerja keras membayar upah dan menjalankan usaha, walaupun toko atau tempat usaha sudah ditutup.

Baca Juga: Memulai New Normal, Dunia Usaha Butuh Modal Kerja

Dia memberi contoh Jerman yang dianggap sebagai negara paling baik dalam menyelamatkan ekonomi di saat pandemi Covid-19. Selain pemerintahannya sangat tegas dalam menerapkan protokol kesehatan kepada masyarakat, Jerman juga memiliki program perekonomian yang sangat bagus untuk menenangkan situasi ekonomi. "Masyarakat Jerman mendapat bantuan tunai dan juga keringanan pajak,” tegas Sandiaga.

Menurut Sandiaga, Jerman telah menyiapkan dana stabilitas sebesar 600 miliar euro. Bantuan untuk UMKM sebesar 165 miliar euro. Bahkan beberapa bank, atas kebijakan pemerintah memberikan modal kerja sampai 1 miliar euro. Khusus untuk masyarakat yang terjangkit Covid-19, lanjut Sandiaga, negara menjamin biaya sewa tempat tinggalnya.

"Secara keseluruhan, Jerman mengalokasikan sekitar 60 persen dari GDP-nya untuk memulihkan ekonomi di tengah pandemi. Ini jauh di atas negara-negara lain di dunia,” tegas Sandiaga.

Baca Juga: New Normal Berdampak Positif untuk Sektor Perumahan

Mantan Ketua Umum Hipmi ini mengemukakan, ketika pandemi berakhir dan saat penerapan new normal atau normal baru, para pengusaha akan butuh likuiditas tambahan modal untuk bisa membangun kembali usaha mereka. Pemerintah harus memberikan bantuan pinjaman untuk pemulihan ekonomi rakyat. Semua pihak, khususnya pemerintah harus bisa membuka lapangan pekerjaan saat new normal.

"Inilah yang harus kita hadapi dalam situasi normal baru nantinya. Anda akan melihat pekerjaan baru yang akan muncul dan perusahaan yang cepat beradaptasi berpotensi menjadi pemenang,” tutup Sandiaga.



Sumber: BeritaSatu.com