Harga Emas Tergerus karena Aksi Ambil Untung

Harga Emas Tergerus karena Aksi Ambil Untung
Ilustrasi emas. (Foto: Antara / Aprillio Akbar)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 3 Juni 2020 | 07:25 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas berjangka turun pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (3/6/2020), memperpanjang kerugian perdagangan sebelumnya karena investor melakukan aksi ambil untung. Di sisi lain, bursa AS Wall Street reli ditopang optimisme kebangkitan ekonomi setelah penutupan akibat virus corona.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, jatuh US$ 16,3 atau 0,93 persen, menjadi US$ 1.734,00 per ounce.

Emas berada dalam tekanan karena bursa utama di seluruh dunia naik pada Selasa (2/6/2020), meskipun indeks dolar AS melemah.

Para analis percaya tekanan emas karena investor mengambil untung. Namun demikian, mereka percaya ketegangan geopolitik dan wabah Covid-19 tetap menjadi faktor yang mencegah emas jatuh lebih jauh.

"Ada optimisme dalam hal pembukaan kembali ekonomi, ini ditunjukkan reli bursa saham yang sedang berlangsung. Di bawah premis itu, mudah untuk memahami emas bisa sedikit rentan," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Baca juga: Harga Minyak Menguat Hampir 4% Jelang Pertemuan OPEC+

Namun tren harga emas secara keseluruhan masih positif. Logam mulia telah naik lebih 18 persen setelah menyentuh level terendah empat bulan mendekati US$ 1.450,98 dolar AS pada Maret. Kenaikan sebagian besar dipicu ketidakpastian ekonomi akibat pandemi dan stimulus bank-bank sentral global.

Emas mendapat dukungan lebih lanjut setelah Presiden AS Donald Trump berjanji akan menggunakan militer untuk menghentikan protes yang meluas atas kematian seorang pria kulit hitam oleh polisi.

Logam mulia lainnya, perak pengiriman Juli turun 56,7 sen atau 3,01 persen, menjadi US$ 18,26 per ounce. Platinum pengiriman Juli turun US$ 32,4 atau 3,6 persen, menjadi US$ 868,7 per ounce.



Sumber: Reuters