Dihapuskan dari PSN, PT Regio Aviasi Industri Minta Dukungan Pemerintah

Dihapuskan dari PSN, PT Regio Aviasi Industri Minta Dukungan Pemerintah
Ilustrasi penerbangan sipil. (Foto: BeritaSatu Photo/Danung Arifin)
Yudo Dahono / YUD Rabu, 3 Juni 2020 | 19:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah telah memutuskan menghapuskan dua proyek pengembangan pesawat yaitu R80 dan N245 dari daftar proyek strategis nasional (PSN), Jumat (29/5/2020). Keputusan tersebut  membuat PT Regio Aviasi Industri meminta agar pemerintah tetap memberikan dukungan terhadap dua proyek pengembangan pesawat yaitu R80 dan N245.

"Keluarnya R80 dari PSN menimbulkan banyak pertanyaan yang ingin kami klarifikasi agar tidak terjadi salah persepsi mengenai rencana RAI membangun pesawat kebanggaan nasional R80, apalagi pesawat terbang itu merupakan proyek terakhir yang direncanakan oleh (alm.) Bapak B.J. Habibie. Dalam kaitan ini, perlu diketahui juga bahwasanya pesawat terbang N245 pun yang direncanakan PT Dirgantara Indonesia (persero) sebetulnya berdasarkan konsep pesawat terbang CN235, rancangan lainnya oleh (alm.) Bapak B.J. Habibie," kata Direktur Komunikasi PT RAI Justin Djogo melalui keterangan tertulis, Rabu (3/6/2020) .

"Tak dapat dipungkiri, pengembangan industri dirgantara bernilai strategis ekonomi yang sangat besar. Contohnya, Indonesia adalah pengguna pesawat ATR terbesar, yang sekelas dengan R80 di dunia. Jika kita sendiri memproduksi pesawat R80 maka akan memberikan dampak positif dan manfaat strategis bagi perekonomian nasional, daripada kita harus membelinya dari luar negeri," imbuhnya.

Selain itu, nilai strategis yang diberikan oleh industri dirgantara nasional adalah memberdayakan dan mengembangkan SDM kita. Selaras dengan perluasan kapasitas industri maka kebutuhan dan penyerapan SDM pun akan terjadi. Kita akan memberdayakan SDM, putra/i terbaik bangsa kita sendiri yang juga tersebar di seantero dunia sesuai kompetensinya untuk bahu membahu mengembangkan industri dirgantara nasional.

Lebih lanjut PT RAI mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung melalui jalur crowdfunding dengan menggunakan platform kitabisa.com. Donasi masyarakat dalam jumlah berapapun sangat berarti, mendukung dan menunjukan semangat rakyat terhadap proyek R80.

"Indonesia mempunyai visi di tahun 2045 menjadi lima pelaku ekonomi terbesar di dunia, hal ini mensyaratkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7% per tahun, dan ini hanya bisa, jika Indonesia membangun industri berbasis teknologi dan inovasi, tidak hanya mengandalkan komoditas sumber daya alam. Ini yang menjadi pesan utama kehadiran program pengembangan pesawat R80 di Indonesia tercinta ini," papar Justin.

PT RAI memandang bahwa Industri Penerbangan mempunyai nilai strategis yang amat besar dan merupakan pekerjaan rumah/ tantangan Pemerintah dan bangsa ini. Pemerintah perlu mendayagunakan potensi yang ada, untuk meningkatkan perekonomian dan daya saing bangsa, mengejar ketinggalan. Industri Penerbangan harus menjadi salah satu Industri Prioritas di masa datang yang membutuhkan dukungan dari pemerintah.

"Kami harapkan dengan penjelasan ini dapat sedikit menjawab dan mengobati kerinduan publik, anak-anak generasi muda Nusantara yang bercita-cita memiliki pesawat nasional bernama R80 yang dicetuskan Presiden Ketiga RI, alm. Bapak B.J. Habibie. Beliau menitipkannya kepada generasi penerus bangsa ini. Marilah kita bahu-membahu membangun negara ini secara konstruktif, strategis dan bergotong royong," kata Justin.



Sumber: BeritaSatu.com