Harga Minyak Naik, Pasar Tunggu Kejelasan Pengurangan Produksi

Harga Minyak Naik, Pasar Tunggu Kejelasan Pengurangan Produksi
Ilustrasi eksplorasi minyak lepas pantai. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 5 Juni 2020 | 05:41 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak naik tipis pada Kamis (4/6/2020) karena investor menunggu keputusan produsen minyak mentah apakah akan memperpanjang penurunan produksi. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu yang dipimpin Rusia, dikenal OPEC+, sedang membicarakan kapan melakukan pembicaraan tingkat menteri untuk membahas kemungkinan perpanjangan pemotongan produksi.

Minyak mentah berjangka Brent naik 6 sen, atau 0,2 persen jadi US$ 39,85 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik 12 sen menjadi US $ 37,41 per barel.

Baca juga: Harga Minyak Menguat di Perdagangan Asia Pagi Ini

Arab Saudi dan Rusia, dua produsen minyak terbesar di dunia, ingin memperpanjang pengurangan 9,7 juta barel per hari (bph) yang disepakati produsen pada April. Tetapi saran Presiden OPEC Aljazair untuk bertemu pada Kamis tertunda di tengah pembicaraan buruknya kepatuhan beberapa produsen.

Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab tidak berencana memperpanjang pemangkasan tambahan produksi sukarela 1,18 juta barel per hari setelah Juni, menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah bisa naik bulan depan terlepas dari keputusan OPEC+.

“OPEC tampaknya terkutuk jika mereka melakukan pemangkasan produksi dan terkutuk jika mereka tidak memperpanjang pengurangan produksi," kata Presiden Ritterbusch and Associates, Jim Ritterbusch.

Kekhawatiran kebangkitan produksi minyak serpih AS, yang sudah menunjukkan tanda-tanda menggeliat adalah salah satu alasan Moskow hanya mendukung pemangkasan diperpanjang ke Juli dibanding perpanjangan pemotogan lebih lama, kata sumber yang disurvei pembicaraan OPEC+.

Sementara data pemerintah AS pada Rabu menunjukkan peningkatan besar persediaan bahan bakar karena permintaan tetap terganggu akibat pandemi corona. "Persediaan minyak dibangun di seluruh AS, Eropa dan Jepang minggu lalu membebani harga minyak," kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Namun berita mengejutkan datang dari Menteri Energi Rusia yang mengatakan pasar minyak pada Juli akan kekurangan 3-5 juta barel per hari, kantor berita Interfax melaporkan.



Sumber: CNBC