Kritikal, Garuda Harap Dana Talangan Rp 8,5 T Cepat Cair
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Kritikal, Garuda Harap Dana Talangan Rp 8,5 T Cepat Cair

Jumat, 5 Juni 2020 | 13:59 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Tangerang, Beritasatu.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan dana talangan dari pemerintah sekitar Rp 8,5 triliun kepada perseroan saat ini sudah selesai didiskusikan dan tinggal menunggu penandatanganan resminya. Dana tersebut tidak boleh digunakan untuk membayar utang, melainkan untuk modal kerja.

"Sinyal utama yang sudah disampaikan Kementerian Keuangan, ini (dana talangan) tidak boleh diperuntukkan buat bayar sukuk. Ini sudah disepakati, tapi belum diteken. Untuk modal kerja dan rencana inefesiensi yang dilakukan Garuda. Berharap setelah ini ada cost structure yang lebih sehat," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra usai paparan publik secara virtual, Jumat (5/6/2020).

Stimulus ini, jelasnya merupakan rangkaian dari skema Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN) terhadap sektor-sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Sehingga, penggunaannya harus dirundingkan bersama antara perusahaan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca juga: Akibat Pandemi Covid-19, Pendapatan Garuda Terjun 90 Persen

Sebelum dicairkan, dana talangan, sambung Irfan juga harus disepakati jangka waktu dan skema pembayaran pengembaliannya serta rincian pemakaiannya. Adapun saat ini, ia berharap dana talangan segera diturunkan mengingat kondisi keuangan perusahaan semakin hari semakin kritis. "Kami gembira atas antusiasme Kementerian Keuangan dan BUMN untuk bantu Garuda. Saya sampaikan kondisi maskapai saat ini yang penting cash. Saya harap prosesnya bisa cepat karena kondisi seperti ini kritikal," ungkap dia.

Lebih lanjut, Irfan menyatakan 90% dari pemegang saham setujui perpanjangan pembayaran utang global sukuk sebesar US$ 500 juta yang telah jatuh tempo pada 3 Juni 2020, dalam tiga tahun ke depan. Usulan terkait perpanjangan pelunasan utang sukuk telah dikirim pada 19 Mei 2020 dan akan diputuskan persetujuan consent solicitation dalam Rapat Umum Pemegang Sukuk pada 10 Juni 2020. Perusahaan dengan kode emiten GIAA itupun telah mengirimkan surat kepada pemegang sukuk yang tercatat di bursa Singapura.

Untuk informasi, penerbitan ini merupakan Global Sukuk berdenominasi USD pertama yang dikeluarkan oleh satu korporasi di Asia Pasifik, dengan jumlah pemesanan 4x lipat dari jumlah yang ditargetkan, dengan jangka waktu 5 tahun dan kupon 5,95%.

Secara geografis, investor penyerap Sukuk Global Garuda di antaranya berasal dari Timur Tengah sebanyak 56%, Asia 32%, dan Eropa 12%. Sementara berdasarkan tipe investor, penyerap Sukuk Global tersebut adalah 52% bank, 29% korporasi, dan 19% manajer investasi.

Di sisi lain, Garuda, dikatakan Irfan selama pandemi ini telah mengalami penurunan penumpang hingga 90%. Untuk itu, maskapai pelat merah itu fokus di bisnis kargo dan pesawat charger untuk repatriasi warga negara asing. Pendapatan perseroan pun kini diakuinya makin berat keuangannya, seiring hilangnya porsi 10% pendapatan akibat penundanaan pemberangkatan jemaah haji 2020.

"Haji kontribusi tahun ke tahun plus minus 10%. Haji dibatalkan akan buat Garuda kehilangan pendapatan yang cukup signifikan. Akhir tahun, Lebaran dan haji, ini masa-masa Garuda sibuk dan ada lonjakan pendapatan di masa tersebut. Padahal untung menerbangkan haji juga tidak boleh banyak-banyak, untung saja belum ada deal yang besar," ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Matahari Perkuat Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi

Di jajaran komisaris Matahari Department Store bergabung Monish Mansukhani. Lalu, Terry O’Connor, Niraj Jain, dan Irwin Abuthan di jajaran direksi.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Perkasa! Rupiah Masuki Level Psikologis Rp 13.000-an

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.885-Rp 14.089 per dolar AS.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Aksi Beli Warnai Mayoritas Bursa Asia Siang Ini

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 97,2 (0,43 persen) mencapai 22.793 poin.

EKONOMI | 5 Juni 2020

80% Emiten Bukukan Laba, Nilainya Capai Rp 403 Triliun

Total pendapatan perusahaan tercatat secara keseluruhan mencapai Rp 4.425 triliun.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Jeda Siang, IHSG Hilang 20 Poin ke 4.896

Sebanyak 198 saham naik, 196 saham melemah dan 135 saham stagnan.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Nasabah Bank Ina Akan Bisa Tarik Tunai di Indomaret

Bank Ina fokus menggarap segmen Small and medium-sized enterprises (SMEs) dan pembiayaan makro.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Pandemi Covid-19, Bisnis Obat Resep Darya Varia Melonjak 31%

Pertumbuhan tersebut didorong produk-produk dalam kategori general medicine, critical care, dan skin care.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Emas Antam Naik Jadi Rp 888.000 Per Gram

Harga 250 gram: Rp 207,265 juta.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Sejalan Mata Uang Asia, Rupiah Menguat di Awal Perdagangan

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.075 - Rp 14.075 per dolar AS.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Awali Sesi, IHSG Terkena Aksi Jual

Pukul 09.15 WIB, indeks harga saham gabungan melemah 55,3 poin (1,11 persen) menjadi 4.862.

EKONOMI | 5 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS