Haji 2020 Ditiadakan, Garuda Berpotensi Kehilangan 10% Pendapatan

Haji 2020 Ditiadakan, Garuda Berpotensi Kehilangan 10% Pendapatan
Jemaah haji melakukan sujud syukur setibanya di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (18/8/2019). Sebanyak 360 haji kloter pertama asal Kabupaten Sukoharjo kembali ke tanah air. (Foto: ANTARA FOTO / Mohammad Ayudha)
Thresa Sandra Desfika / FMB Jumat, 5 Juni 2020 | 17:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia kembali terpukul di tengah pandemi Covid-19 akibat pembatalan pemberangkatan haji 2020. Pasalnya, penerbangan haji rata-rata berkontribusi sekitar 10% dari total pendapatan.

"Haji itu berkontribusi dari tahun ke tahun sekitar 10% kurang lebih. Jadi kalau haji dibatalkan, buat Garuda tentu kehilangan pendapatan cukup signifikan. Ini pukulan cukup besar buat Garuda karena dari tahun ke tahun, kami ini selalu menikmati di masa-masa seperti akhir tahun, Lebaran, dan haji," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam telekonferensi, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Kritikal, Garuda Harap Dana Talangan Rp 8,5 T Cepat Cair

Irfan menambahkan, pada masa mudik Lebaran dan penerbangan haji, Garuda biasanya sibuk sekali dan mengalami pelonjakan pendapatan yang cukup signifikan di masa-masa tersebut. "Akibat kehilangan pendapatan tersebut, tentu saja kami mesti cari (peluang lain) karena untung kami dari penerbangan jemaah haji itu tidak boleh banyak-banyak," imbuh Irfan.

Dia menekankan, untuk penerbangan haji, pihaknya sepakat tidak mengambil untung besar dari aktivitas seperti itu. "Kami pun diaudit oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Jadi kami berkomitmen untungnya tidak akan besar. Tapi dari segi pendapatan dari segi cash sangat besar," papar Irfan.

Selain itu, ujar Irfan, pihaknya juga masih merasa cukup beruntung karena belum banyak melakukan kesepakatan dengan berbagai pihak dalam rangka pemberangkatan haji 2020.

"Kami masih berharap haji masih terbang, tapi ternyata enggak. Untung kami belum ada deal-deal yang mengeluarkan dana cukup besar untuk haji tahun ini. Semua kami pending habis corona," sebut Irfan.



Sumber: BeritaSatu.com