Apindo: Dunia Usaha Butuh Stimulus Modal Kerja
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

Apindo: Dunia Usaha Butuh Stimulus Modal Kerja

Jumat, 5 Juni 2020 | 18:11 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Jelang penerapan tatanan kehidupan normal yang baru atau new normal, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan adanya stimulus modal kerja bagi industri yang terdampak pandemi Covid-19 dalam jangka waktu satu tahun.

Baca Juga: Apindo Ingin Pemerintah Kaji Ulang Harga Energi

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani menyampaikan, dunia usaha memerlukan tambahan modal kerja karena selama pandemi Covid-19 telah terjadi defisit cash flow. Sehingga harapannya pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat memberikan stimulus terkait penambahan modal kerja.

“Stimulus ini diberikan untuk semua sektor usaha. Tidak hanya industri manufaktur saja, namun untuk seluruh lini produksi dan penjualan. Hal ini dikarenakan produk manufaktur tidak bisa dikomersialkan tanpa penjualan,” kata Hariyandi Sukamdani dalam acara diskusi yang digelar Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) melalui webinar, Jumat (5/6/2020).

Stimulus modal kerja ini, menurut Hariyadi, perlu diberikan untuk jangka waktu satu tahun dengan subsidi bunga yang menyesuaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) sebesar 4,5 persen.

“Hal lainnya yang diharapkan penurunan tarif listrik dan gas, relaksasi pembayaran listrik dan gas selama 30 hari atau tiga bulan setelah jatuh tempo, dan pembayaran listrik sesuai penggunaan tanpa beban minimal. Juga penangguhan pembayaran PPN selama 90 hari dan percepatan waktu restitusi perpajakan,” kata Hariyadi.

Baca Juga: Dunia Usaha Siap Patuhi Protokol Kesehatan New Normal

Untuk kebutuhan stimulus modal kerja selama satu tahun, Apindo juga sudah membuat usulan untuk beberapa sektor, di mana untuk sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) stimulusnya sebesar Rp 283,1 triliun, sektor makanan dan minuman Rp 200 triliun, sektor alas kaki Rp 99 triliun, sektor hotel dan restoran Rp 42,6 triliun, kemudian sektor elektronika dan alat-alat listrik rumah tangga Rp 407 miliar.

Menurut Hariyadi, stimulus ekonomi yang saat ini telah disiapkan pemerintah tidak cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan, di mana mayoritasnya untuk insentif pajak dan BUMN. Sedangkan untuk sektoral, misalnya pariwisata hanya Rp 3,8 triliun.

"Sektor pariwisata ini sebetulnya yang paling terdampak, tetapi insentifnya Rp 3,8 triliun dan ini larinya ke diskon tiket pesawat ke destinasi wisata dan insentif pajak hotel atau restoran yang lebih ke pemerintah Daerah,” kata Hariyadi.

30 Persen Pekerja Terdampak

Adanya pandemi Covid-19, menurut Hariyadi, juga telah berdampak pada tenaga kerja. Bahkan jumlah pekerja yang terdampak diprediksi mencapai 30 persen dari total pekerja formal yang mencapai 56,2 juta.

"Perhitungan kami, yang akan terdampak sekitar 30 persen dari total pekerja di sektor formal. Ini jumlah yang banyak karena dari segi usia yang sudah di atas 50 tahun kemungkinan dengan berbagai pertimbangan tidak bisa lagi on. Kemudian juga banyak karyawan yang berstatus kontrak. Sekarang ini memang tidak di-PHK, tetapi menunggu kontraknya habis,” kata Hariyadi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Haji 2020 Ditiadakan, Garuda Berpotensi Kehilangan 10% Pendapatan

Penerbangan haji rata-rata berkontribusi sekitar 10% dari total pendapatan Garuda Indonesia.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Bursa Asia Terus Menguat Dekati Level Sebelum Wabah Covid-19

Meski tren menguat, tetapi bursa Asia belum kembali ke level tertinggi dalam 52 minggu terakhir yang terjadi Januari lalu.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Kembali ke Rp 13.000-an, Bank Indonesia Yakin Rupiah Terus Menguat

Bank Indonesia (BI) menyatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali ke level Rp 13.000an masih undervalued.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Menguat, Rupiah Kembali ke Level Pra-Covid-19

Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Jumat (5/6/2020), menguat ke kisaran Rp 13.800.

EKONOMI | 5 Juni 2020

IHSG Ditutup Menguat 0,63%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,63 persen ke kisaran 4.947,78 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2020).

EKONOMI | 5 Juni 2020

Kemperin Pulihkan IKM Perhiasan Jadi Andalan Ekspor

Kemperin tetap dorong pelaku IKM agar tetap bergairah di tengah pandemi Covi9-19.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Kempupera Anggarkan Rp 70 Miliar Untuk Padat Karya Bedah Rumah di Sulteng

Kempupera siapkan dana Rp 70 Miliar bedah rumah di Jateng.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Kritikal, Garuda Harap Dana Talangan Rp 8,5 T Cepat Cair

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan dana talangan dari pemerintah sekitar Rp 8,5 triliun kepada perseroan saat ini sudah selesai didiskusikan.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Matahari Perkuat Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi

Di jajaran komisaris Matahari Department Store bergabung Monish Mansukhani. Lalu, Terry O’Connor, Niraj Jain, dan Irwin Abuthan di jajaran direksi.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Perkasa! Rupiah Masuki Level Psikologis Rp 13.000-an

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.885-Rp 14.089 per dolar AS.

EKONOMI | 5 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS