Minyak Melonjak 5% ke Level Tertinggi 3 bulan Jelang Pertemuan OPEC+

Minyak Melonjak 5% ke Level Tertinggi 3 bulan Jelang Pertemuan OPEC+
Ilustrasi eksplorasi minyak lepas pantai. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 6 Juni 2020 | 06:04 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak naik pada perdagangan Jumat (6/6/2020) setelah secara mengejutkan tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) bulan Mei turun dan keputusan OPEC meneruskan diskusi Sabtu guna membahas perpanjangan pemangkasan produksi.

Minyak mentah berjangka Brent naik US$ 2,07, atau 5,2 persen ke US$ 42,07 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate naik US$ 2,14, atau 5,7 persen menjadi US$ 39,55 per barel.

Baca juga: Harga Minyak di Perdagangan Asia Turun Pagi Ini

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan secara mengejutkan tingkat pengangguran bulan Mei turun menjadi 13,3 persen dari 14,7 persen pada April.

Pada perdagangan Jumat, minyak Brent telah naik 17 persen atau mencapai level tertinggi dalam tiga bulan. Level harga ini cukup diterima bagi produsen minyak seperti Rusia. Kontrak harga tersebut naik lebih dua kali lipat sejak mencapai level terendah US$ 15,98 per barel pada 22 April. Sementara minyak WTI naik 11 persen dari level terendah di 2020.

Kedua patokan minyak itu mencatat kenaikan secara minggu untuk keenam kalinya. Pemicu kenaikannya adalah penurunan produksi dan tanda-tanda kenaikan permintaan bahan bakar karena sejumlah negara mengurangi pembatasan akibat virus corona.

"OPEC dan penurunan pengangguran AS mendorong pasar," kata analis senior Price Futures Group Phil Flynn, di Chicago. "Jika kita melihat permintaan bahan bakar pesawat pulih, maka memberi harapan bahwa ke depan pasokan dapat berkurang," kata Flynn, menunjuk pengumuman American Airlines Group Inc pada Kamis yang akan meningkatkan penerbangan AS pada bulan Juli.

Kementerian Energi Rusia mengatakan konferensi video produsen minyak OPEC+, akan diadakan pada Sabtu. Pasar berharap bahwa beberapa negara sepakat menyelaraskan kesepakatan itu. OPEC+ mengatakan akan mempercepat pertemuan, yang telah dijadwalkan minggu depan, jika Irak dan negara lainnya setuju meningkatkan kepatuhan soal pengurangan pasokan.

Dua sumber OPEC+ mengatakan Arab Saudi dan Rusia sepakat memperpanjang pemotongan lebih dalam hingga akhir Juli. Bahkan Riyadh mendorong memperpanjang pemangkasan hingga akhir Agustus.

Jika OPEC+ gagal menyetujui pembatasan produksi, penurunan dapat menjadi 7,7 juta barel per hari dari Juli hingga Desember seperti yang disepakati sebelumnya.

Penguatan harga minyak juga didukung badai tropis pertama musim ini di Teluk Meksiko AS. Storm Cristobal diperkirakan akan memasuki Teluk tengah minggu ini, daerah yang kaya dengan anjungan lepas pantai, dan dapat menerpa di sepanjang kilang Louisiana pada Minggu.



Sumber: CNBC