Airlangga: Pasar Apresiasi Cara Penanganan Covid-19

Airlangga: Pasar Apresiasi Cara Penanganan Covid-19
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat peluncuran Gerakan #BanggaBuatanIndonesia di Jakarta, Kamis, (14/5). (Foto: Herman / Herman)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 6 Juni 2020 | 07:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, cara pemerintah dalam penanganan virus corona (Covid-19) yang prudent dan berbasis data diapresiasi positif pasar. Hal itu tercermin dari nilai tukar rupiah yang terus menguat dan indeks harga saham gabungan yang naik.

“Apa yang kita lihat hari ini (Jumat) di mana nilai tukar rupiah sudah di bawah Rp 14.000 per dolar AS dan indeks harga saham yang naik menunjukkan apa yang dilakukan pemerintah dan Gugus Tugas berada pada jalur yang tepat,” ujar Airlangga, di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Airlangga: New Normal Bagaikan Dua Sisi Mata Uang

Menko Perekonomian mengakui, nilai tukar maupun indeks akan berfluktuasi. “Namun kalau kita lihat cadangan devisa di Bank Indonesia yang mencapai US$ 130 miliar, menunjukkan adanya kepercayaan yang kuat kepada perekonomian Indonesia,” tambah Airlangga.

Baca juga: Airlangga: Pemerintah Tak Asal-asalan Tetapkan Daerah Terapkan New Normal

Ia menjelaskan, pemerintah akan terus menjalankan dengan penuh kehati-hatian upaya untuk menciptakan masyarakat produktif dan aman Covid-19. Pemberian izin kepada daerah maupun industri untuk menjalankan kenormalan yang baru dilakukan secara bertahap dengan terus memantau perkembangan kasus.

“Sekarang ini Gugus Tugas sudah mempunyai sistem monitoring dan evaluasi yang dinamakan Bersatu Lawan Covid-19 (BLC). Hanya daerah statusnya berada di zona hijau dan kuning yang diperkenankan untuk melaksanakan masyarakat produktif dan aman Covid-19. Kita sekarang berupaya agar daerah yang statusnya masih merah dan oranye bisa berubah menjadi kuning atau hijau,” jelas Airlangga.

Menko Perekonomian percaya dengan penetapan sembilan industri yang boleh kembali melakukan kegiatannya, ekonomi akan ikut bergerak. Harapannya, angka pengangguran kemudian dapat ditekan serendah mungkin.

Sembilan sektor
Secara terpisah Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjelaskan, setelah pemberian kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19, Gugus Tugas Jumat menetapkan sembilan sektor yang diperbolehkan untuk kembali melakukan kegiatannya. Kesembilan sektor itu adalah, pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik, dan transportasi barang.

Menurut Doni, kesembilan sektor boleh melakukan kegiatan karena memiliki risiko ancaman Covid-19 yang rendah, namun menciptakan lapangan kerja yang luas dan mempunyai dampak ekonomi yang signifikan. Adapun pembukaan sektor-sektor ekonomi tersebut dilakukan oleh Kementerian terkait dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, diawali dengan edukasi, sosialisasi dan simulasi secara bertahap. Protokol pelaksanaan di masing-masing sektor dibuat oleh Kementerian/Lembaga terkait.

Ketua Gugus Tugas menegaskan, pemerintah tetap fokus dan optimal dalam pengendalian Covid-19 agar masyarakat tidak sampai terpapar. Namun pada saat yang bersamaan pemerintah juga harus melindungi jutaan masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

Data Kementerian Tenaga Kerja saat ini menunjukkan Covid-19 telah mengakibatkan sekitar 3,7 juta pekerja formal kehilangan pekerjaan. Ini belum termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan di sektor informal.



Sumber: BeritaSatu.com