JICT Tingkatkan Layanan Operasional di Tengah Pandemi

JICT Tingkatkan Layanan Operasional di Tengah Pandemi
PT Jakarta International Container Terminal (JICT) tengah melakukan uji coba kegiatan bongkar muat dual cycle operation, yang merupakan penggabungan aktivitas pembongkaran sekaligus pemuatan petikemas. (Foto: Beritasatu Photo / Dok. JICT)
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 6 Juni 2020 | 07:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) merupakan salah satu perusahaan yang terus beroperasi di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Baca Juga: Kemhub Fasilitasi Kedatangan 818 ABK Kapal Asing

Direktur Utama JICT, Gunta Prabawa mengatakan, selain menjalankan serangkaian protokol kesehatan ketat di wilayah kerja yang wajib dipatuhi oleh seluruh pekerja dan tamu, perseroan terus berupaya meningkatkan kinerja pelayanan di seluruh bidang.

"Adapun salah satu upaya yang dilakukan oleh JICT adalah menghasilkan inovasi yang memiliki dampak terhadap efisiensi waktu dan biaya,” ujar Gunta Prabawa seperti dikutip keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Jumat (5/6/2020) malam.

Gunta Prabawa mengatakan, saat ini JICT sedang melakukan uji coba kegiatan bongkar muat dual cycle operation, yang merupakan penggabungan aktivitas pembongkaran sekaligus pemuatan petikemas dari dan ke atas kapal, serta pengangkutan ke lapangan dengan satu rangkaian putaran truk yang sama.

Baca Juga: Dampak Virus Corona, Arus Ekspor-Impor JICT Turun 10%

Metode ini dinilai membuat kegiatan crane dermaga beroperasi dengan lebih efisien. Selain itu, uji coba ini juga mengurangi pemakaian bahan bakar truk yang mengangkut petikemas dari dermaga ke lapangan dan membuat ketahanan mesin kendaraan truk menjadi lebih lama.

"Kami sedang membuat analisa dampak terhadap lingkungan. Bahan bakar yang lebih hemat dan penggunaan emisi yang terukur memungkinkan inovasi ini berdampak sangat baik, agar JICT terus menjadi terminal yang ramah lingkungan,” tegasnya.

Menurut Gunta Prabawa, uji coba sistem operasi dual cycling ini dinilai telah membawa angin segar. Kapal Hongkong Bridge yang dilayani dengan metode ini pada tanggal 4 Juni 2020, berhasil selesai 12 jam lebih cepat dari jadwal, dengan gross cane rate (GCR) 32,80, dan vessel operating rate (VOR) 141.18.

Baca Juga: Ketahanan Industri Perlu Dijaga Selama Pandemi Covid-19

"Ini menunjukkan semangat yang tetap terjaga dalam bekerja dan pencarian inovasi yang terus JICT tumbuhkan, dalam memenuhi kebutuhan pelanggan di masa pandemi corona ini,” tandas Gunta Prabawa.

Gunta Prabawa menambahkan, pelayaran yang telah menggunakan layanan ini di JICT antara lain CMA, SITC, Yanming dan Sinokor.

"Selain sistem operasi dual cycling ini, perseroan juga sedang melakukan review terhadap serangkaian rencana kelanjutan bisnis. Ini akan kami paparkan nanti. Tapi saat ini yang terpenting adalah tetap menjaga perusahaan ini, agar insan yang bekerja di dalamnya, dan stakeholder yang berhubungan dengan kami, dapat tetap kuat dan selamat tanpa terpapar virus Covid-19,” tandas Gunta Prabawa.

Baca Juga: Tanjung Priok Tetap Buka Pelayanan Ekspor-Impor

Untuk itu, tambah Gunta Prabawa, pada bulan Mei lalu JICT telah membentuk Gugus Tugas Covid-19 baru, yang menguatkan Satgas Covid yang dibentuk pada bulan Maret. "JICT juga terus memperbarui standar operasional prosedur (SOP) dan protokol yang semakin dikembangkan dan disesuaikan,” pungkas Gunta Prabawa.



Sumber: BeritaSatu.com