Lapangan Kerja AS Bertambah 2,5 Juta, Bukti Ekonomi Mulai Pulih

Lapangan Kerja AS Bertambah 2,5 Juta, Bukti Ekonomi Mulai Pulih
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 6 Juni 2020 | 07:40 WIB

Washington, Beritasatu.com - Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) Jumat (5/6/2020) merilis data memukau yakni pada bulan Mei 2020 lapangan pekerjaan bertambah menjadi 2,5 juta dan tingkat pengangguran turun menjadi 13,3 persen dari 14,7 persen pada April. Angka ini jauh lebih baik dari yang diperkirakan para ekonom. Data ini juga mengindikasikan bahwa ekonomi mulai pulih dan bergerak.

Data lapangan pekerjaan Mei merupakan lonjakan satu bulan terbesar dalam sejarah AS sejak 1939. Satu-satunya data yang menghasilkan lebih dari 1 juta pekerjaan dalam sebulan adalah September 1983, sebesar 1,1 juta.

Baca juga: Dow Meroket 800 Poin karena Lapangan Kerja Bertambah

Ekonom yang disurvei Dow Jones menyatakan, sebanyak 8,33 juta akan kehilangan pekerjaan pada Mei dan tingkat pengangguran naik menjadi 19,5 persen. Jika prediksi ekonom itu terealisasi, maka akan menjadi angka terburuk sejak Depresi Hebat 1930 Ternyata, data Mei menunjukkan AS berada di jalur menuju pemulihan setelah terjun bebas atau tercepat dalam sejarah.

"Tampaknya kerusakan akibat lockdown nasional tidak separah yang kita khawatirkan sebulan lalu," kata Kepala Strategi Investasi Brown Brothers Harriman, Scott Clemons.

Merespons hal itu, bursa saham AS Wall Street meroket pada Jumat. Dow Jones Industrial Average naik 800 poin. Imbal hasil obligasi pemerintah juga meningkat lebih tinggi, dengan benchmark Treasury 10-tahun di 0,91 persen.

Baca juga: Di Luar Dugaan Wall Street, Pengangguran AS Menurun

Presiden AS Donald Trump mengaku senang dengan laporan itu dan mencuit dua tweet ke CNBC.

"Itu angka yang luar biasa. Sangat menggembirakan, sebut saja seperti itu. Pasar benar. Sangat menakjubkan! @jimcramer @CNBC," demikian tweet @realDonaldTrump akun resmi Presiden Donald Trump.

"Itu adalah cantik dan imajinasi! @CNBC," demikian tweet kedua Trump.

Kepala Market Global Citizens Bank, Tony Bedikian mengatakan, jika tidak ada gelombang kedua Covid-19, ekonomi AS secara keseluruhan mungkin akan berubah. "Ini seperti yang dibuktikan kenaikan lapangan pekerjaan yang mengejutkan hari ini, meskipun masih harus dilihat secara persis seperti apa bentuk normal baru itu," kata Tony Bedikian.

Kenaikan mengejutkan lapangan kerja hampir secara sempurna mencerminkan penurunan 2,7 juta pekerja yang melaporkan PHK sementara. Lapangan pekerjaan yang bertambah 2,2 juta merupakan pekerjaan penuh waktu, sementara pekerja paruh waktu bertambah 1,6 juta.

"Kenaikan besar lapangan pekerjaan menunjukkan bahwa ekonomi AS lebih tangguh dari yang diharapkan," kata Kepala Strategi Principal Global Investors, Seema Shah.

Sementara data penurunan tingkat pengangguran tidak menyebar secara merata. Pengangguran pria kulit putih turun dari 12,4 persen menjadi 10,7 persen, sementara wanita kulit putih turun dari 15 persen menjadi 13,1 persen. Namun tingkat pengangguran Afrika-Amerika naik sepersepuluh poin persentase menjadi 16,8 persen, meskipun tingkat untuk pria turun dari 16,1 persen menjadi 15,5 persen.

Pekerja di bidang perhotelan membuat hampir setengah kenaikan bulan lalu, dengan 1,2 juta akan kembali bekerja setelah dilaporkan kehilangan 7,5 juta pada bulan April. Pekerjaan di bar dan restoran meningkat 1,4 juta saat negara mulai melonggarkan langkah-langkah pengetatan.

Konstruksi adalah sektor terbesar berikutnya dengan 464.000, membuat sekitar setengah dari kerugian April. Layanan pendidikan dan kesehatan naik 424.000 dan ritel naik 368.000 setelah turun 2,3 juta sebulan sebelumnya.

"Tampaknya bisnis mulai mempekerjakan kembali para pekerja lebih awal dan dalam jumlah besar dari yang diperkirakan, ini tren yang kemungkinan akan terus berlanjut karena penguncian berkurang di seluruh negeri," kata ekonom senior AllianceBernstein, Eric Winograd.

Pekerjaan kategori layanan lain naik 272.000 menyusul lompatan 182.000 layanan pribadi dan binatu. Setelah turun 1,3 juta, pekerjaan manufaktur meningkat 225.000 meskipun sektor ini masih dalam kontraksi secara umum.

Rata-rata penghasilan per jam sebenarnya menurun 6,7 persen dari tahun lalu. Namun untuk alasan yang tepat karena lebih banyak pekerja bergaji rendah kembali bekerja.

Setelah kehilangan pekerjaan pada bulan April, angkatan kerja pada bulan Mei meningkat sebesar 1,75 juta, mendorong tingkat partisipasi menjadi 60,8 persen dari 60,2 persen pada bulan April. Total tingkat pekerjaan yang diukur dengan survei rumah tangga naik 3,84 juta.



Sumber: CNBC