Membaiknya Data Pengangguran Tekan Harga Emas

Membaiknya Data Pengangguran Tekan Harga Emas
Ilustrasi emas. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 6 Juni 2020 | 08:17 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas merosot lebih dari 2 persen pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (6/6/2020), karena harapan ekonomi global rebound (menguat) mendapat data lapangan pekerjaan AS bertambah dan pengangguran menurun, di luar perkiraan.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange, jatuh US$ 44,4 atau 2,57 persen, menjadi US$ 1.683,00 per ounce.

"Angka data lapangan pekerjaan lebih kuat dari perkiraan yakni naik 2,5 juta versus ekspektasi penurunan 7,5 juta, ini harapan pemulihan ekonomi di AS," kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities, Bart Melek.

Baca juga: Lapangan Kerja AS Bertambah 2,5 Juta, Bukti Ekonomi Mulai Pulih

Harga emas juga tertekan naiknya imbal hasil obligasi dan penguatan dolar. 

Bursa AS Wall Street melonjak setelah data terbaru AS menunjukkan penurunan pengangguran menjadi 13,3 persen pada Mei dari 14,7 persen pada April karena pemutusan hubungan kerja (PHK) berkurang.

Data lapangan pekerjaan mucul menjelang pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS minggu depan. Bank sentral telah menyuntikkan stimulus besar-besaran dan memangkas suku bunga mendekati nol untuk meredam pukulan pandemi corona.

Logam mulia lainnya, perak pengiriman Juli turun 58,2 sen atau 3,22 persen, menjadi US$ 17,479 per ounce. Platinum pengiriman Juli kehilangan US$ 34,6 atau 4 persen, menjadi US$ 830,4 per ounce.



Sumber: Reuters