Wamendag Dukung Industri Esports Jadi Ekspor Andalan Indonesia

Wamendag Dukung Industri Esports Jadi Ekspor Andalan Indonesia
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 9 Juni 2020 | 19:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, mendukung industri gim nasional untuk bisa bersaing di kancah global. Pasalnya, industri gim lokal dinilai mempunyai kemampuan yang mumpuni. Hal itu dibuktikan dengan peluncuran Lokapala sebagai esports game pertama dari Indonesia.

Baca Juga: Wamendag Dorong Pelaku UMKM Kuasai Pasar Asia

"Peluncuran Lokapala sebagai esports game Indonesia yang pertama, merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk maju dan bersaing dengan negara lain. Indonesia juga harus bisa menjadikan industri gim sebagai salah satu ekspor andalan nasional ke depan," ujar Jerry Sambuaga, di Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Wamendag mengaku mendapatkan mandat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencari potensi sektor-sektor industri yang mampu mendongkrak ekonomi Indonesia.

"Melalui Lokapala, gim esports pertama Indonesia bergenre MOBA, diharapkan mampu menjadi salah satu potensi untuk meningkatkan perekonomian bangsa," tandasnya.

Baca Juga: Wamendag Berharap Pengusaha Nasional Berekspansi

Menurut Jerry, Indonesia memiliki banyak anak muda yang kreatif dan terbukti mempunyai daya saing. Terlebih sektor ini punya potensi besar, dimana nilai industri esports global pada tahun 2019 diperkirakan mencapai sebesar US$ 1,1 miliar.

"Angka itu hampir sama dengan nilai pasar industri gim Indonesia. Sayangnya, masih banyak yang salah kaprah mengenai bagaimana kita melihat ekosistem industri esports ini," kata Wamendag.

Meski event-event turnamen dan tim esports sering diangkat di berbagai kesempatan, namun di dalam ekosistem esports sendiri, komoditas utamanya bukan pada kedua hal itu, melainkan gim itu sendiri. Tanpa game, ekosistem esports tidak akan berkembang sebesar dan sesubur ini.

Baca Juga: Ajang IBL Esports Dinilai Memuaskan

"Jadi, nilai industri esports global yang disebutkan di atas hanyalah sebuah puncak gunung es dari sebuah industri raksasa yaitu industri gim, yang berhasil membukukan transaksi senilai Rp 1.700 triliun di tahun 2019. Bahkan, nilai industri gim global ini, 140 persen lebih besar dari industri film," tandas Jerry Sambuaga.

Menurut Wamendag, jika mengacu pada data perdagangan internasional, gim merupakan komoditas cross-border
supply yang terbukti mampu menyumbang ekonomi negara. Sebagai contoh, di Tiongkok dan Korea Selatan (Korsel), gim online memimpin pendapatan dari ekspor konten budaya. Bahkan di Korsel, nilai ekspor gim online setara 11 kali lipat industri K-Pop dan setara dengan 100 kali lipat industri film.

Adapun market industri gim online di Indonesia di tahun 2019, membukukan transaksi sebesar Rp 16 triliun, meningkat hampir 500 persen dari tahun 2015 dan empat kali lipat lebih besar dari market film nasional. Namun sayang, dibalik transaksi yang besar ini, 99 persen revenue dihasilkan oleh gim impor.

Baca Juga: Audisi Esports Star Indonesia Dimulai

"Peluncuran Lokapala sebagai esports gim Indonesia yang pertama, merupakan kesempatan untuk maju dan bersaing dengan negara lain. Indonesia juga harus bisa menjadikan industri gim sebagai salah satu ekspor andalan nasional ke depan," pungkas Jerry Sambuaga.



Sumber: BeritaSatu.com