Terkait Tagihan Listrik, MPR Dorong PLN Utamakan Transparansi

Terkait Tagihan Listrik, MPR Dorong PLN Utamakan Transparansi
Petugas PLN mencatat meteran listrik warga di salah satu perumahan di Depok, Jawa Barat, Kamis (28/5/2020). PLN Depok memutuskan kembali menugaskan pencatat meteran listrik ke rumah-rumah konsumen setelah selama dua bulan di masa pandemi Covid-19 hanya meminta warga mengirimkan foto stand meter secara mandiri ke petugas. (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Markus Junianto Sihaloho / YUD Jumat, 12 Juni 2020 | 16:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo menyoroti banyaknya masyarakat yang mengeluhkan mengenai tagihan listrik yang membengkak hingga lebih dari 20% bahkan hingga dua kali lipat. Dia meminta agar PT PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan respons terbaik agar masyarakat tak mengeluh.

"Yakni dengan tidak membebani masyarakat dengan tagihan listrik yang naik hingga dua atau tiga kali lipat dari biasanya," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, Jumat (12/6/2020).

"Saya harap PLN dan ESDM juga segera memberikan penjelasan dan solusi yang konkret bagi masyarakat akan lonjakan tagihan listrik secara tiba-tiba disaat adanya aturan yang mewajibkan masyarakat berada di rumah," tambahnya.

Menurut Politikus Golkar itu, bila diperlukan, investigasi bisa dilaksanakan bersama tenaga pencatat meter penggunaan listrik di bawah pengawasan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sehingga protes masyarakat atas tagihan tak wajar bisa terjawab.

Yang utama, Bamsoet menyatakan bahwa masalah ini terjadi karena transparansi dari PLN sendiri masih dipertanyakan oleh banyak masyarakat.

"Kami mendorong PT. PLN untuk transparan dalam memberikan data tagihan listrik kepada masyarakat, dari mulai jumlah pemakaian hingga tarif yang dikenakan," katanya.

Lebih jauh, Bamsoet menilai idealnya PT PLN dan Pemerintah berkomitmen untuk memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat. Bahkan PLN seharusnya dapat berperan dalam memberikan keringanan listrik bagi masyarakat di tengah pandemi ini



Sumber: BeritaSatu.com