Imbas Covid-19, AP II Kembali Pangkas Belanja Modal

Imbas Covid-19, AP II Kembali Pangkas Belanja Modal
Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menunjukan data penerbangan saat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait prosedur yang harus dipenuhi penumpang pesawat yang akan terbang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (10/5/2020). Dalam prosedur tersebut semua penumpang wajib melewati tiga pos pemeriksaan dan wajib memiliki surat keterangan Negatif Covid-19 dari rumah sakit, sesuai dengan protokol keberangkatan yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Covid-19. (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Thresa Sandra Desfika / FER Minggu, 14 Juni 2020 | 16:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Angkasa Pura II (AP II) kembali memangkas anggaran belanja modal tahun 2020 dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp 1,1 triliun. Hal ini dilakukan dalam rangka antisipasi perseroan terhadap dinamika industri penerbangan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: AP II Catat Peningkatan Penumpang

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan, pada awal 2020 sebelum pandemi Covid-19, AP II menetapkan capital expenditure (capex) Rp 7,8 triliun untuk tahun ini. Namun seiring pandemi, capex dipangkas menjadi Rp 1,4 triliun dan kemudian diperketat lagi menjadi Rp 1,1 triliun.

"Tahun ini bukan tahun ekspansi bagi Angkasa Pura II karena kami memperhitungkan segala sesuatunya di tengah pandemi Covid-19 ini,” ujar Muhammad Awaluddin dalam keterangannya, Minggu (14/6/2020).

Awaluddin menambahkan, capex tahun ini khusus digunakan untuk proyek yang bersifat multiyears, pemeliharaan fasilitas guna menjamin keamanan, keselamatan, pelayanan, serta perumusan desain Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Selain itu, terang Awaluddin, AP II juga kian memperketat ikat pinggang dengan melakukan penghematan dari sisi operasional di 19 bandara. Penghematan, misalnya, dengan menekan biaya fasilitas dan layanan nonprioritas dengan memperhatikan kondisi yang ada di mana lalu lintas penumpang pesawat berkurang.

Baca Juga: Inovasi AP II Cegah Penularan Covid-19

"Salah satu contoh penghematan yang dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta adalah menutup sementara Terminal 1 dan Terminal 2F di mana ini juga merupakan upaya melakukan pengaturan pola operasional guna mendukung PSBB. Sejalan dengan PSBB tersebut, operasional Skytrain yang merupakan moda transportasi kereta listrik antarterminal untuk sementara dihentikan," imbuh Awaluddin.

Menurut dia, penghematan dari sisi operasional di 19 bandara cukup besar mencapai 70 persen dari perkiraan biaya yang AP II perkirakan pada awal tahun. "Secara grup termasuk anak usaha, penghematan bisa dilakukan mencapai 60 persen. Nominal penghematan cukup besar,” ujar Muhammad Awaluddin.



Lebih lanjut, papar Awaluddin, perseroan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola arus kas. Di tengah pandemi ini arus kas masuk (cash inflow) memang tengah tertekan dikarenakan lalu lintas penumpang turun. Namun masih didukung dari tetap terjaganya bisnis angkutan kargo.

Di samping itu, sejumlah bank termasuk yang ada di dalam Himbara juga telah memberikan fasilitas pinjaman kepada AP II. Adapun arus kas keluar (cash out flow) berupaya dikelola dengan baik yang di antaranya dilakukan melalui cost leadership.

Baca Juga: Angkasa Pura II Siapkan Skenario New Normal

"Kami berupaya menyeimbangkan arus kas masuk dan arus kas keluar di tengah pandemi ini. Hingga saat ini PT Angkasa Pura II mampu menjaga ini sehingga nantinya mampu kembali melakukan ekspansi ketika pandemi terkendali,” ujar Muhammad Awaluddin.



Sumber: BeritaSatu.com