Kemkop dan UKM Kerja Sama Lazada Beri Pelatihan Pelaku UMKM

Kemkop dan UKM Kerja Sama Lazada Beri Pelatihan Pelaku UMKM
Chief Marketing Officer Lazada, Monika Rudijono. (Foto: Beritasatu.com / Edi Hardum)
Siprianus Edi Hardum / EHD Senin, 15 Juni 2020 | 11:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bekerja sama dengan banyak pihak untuk melatih dan mendidik pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam bidang digitalisasi.

“Pelatihan dan pendidikan ini berguna agar para pelaku UMKM bisa memasarkan produknya secara online. Selain itu, pelaku UMKM bisa mengakses semua informasi secara digital. Intinya pelaku UMKM melek digital,” kata Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Kemkop dan UKM, Arif Rahman Hakim dalam diskusi secara Live Streaming, Senin (15/6/2020).

Tampil sebagai pembicara lain dalam acara itu adalah Chief Marketing Officer Lazada, Monika Rudijono; dan Direktur Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata.

Lazada merupakan salah satu Startup yang bekerja sama Kemkop dan UKM dalam program pelatihan dan pendidikan pelaku UMKM dalam bidang digitalisasi.

Arif mengatakan, pihak-pihak yang bekerja sama dengan Kemkop dan UKM dalam hal tersebut di atas merupakan pihak-pihak yang mempunyai komitmen yang sama dalam mendidik dan melatih pelaku UMKM agar go digital.

“Kami kerja sama dengan Lazada bukan kerja sama untuk meraih provit keuangan tetapi lebih kepada pemberdayaan pelaku UMKM agar naik kelas. Jadi kerja sama gratis,” kata dia.

Arif mengatakan, pihak-pihak yang diprioritaskan Kemkop dan UKM untuk giat dalam program ini adalah dinas-dinas Koperasi dan UKM di seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia. “Sebab, di dinas-dinas koperasi ada program dan dana untuk pemberdayaan UMKM,” kata dia.

Arif mengatakan, yang menjadi prioritas Kemkop dan UKM dalam program pemberdayaan pelaku UMKM agar go digital ini adalah pelaku UMKM di sentra-sentra pariwisata.

Sementara Monika Rudijono mengatakan, Lazada dengan senang hati bekerja sama Kemkop dan UKM melakukan pemberdayaan pelaku UMMK agar go digital. “Tentu kami memprioritaskan pelaku UMKM yang mengalami kesulitan dalam bidang digital,” kata Monika.

Monika mengatakan, pelaku UMKM sangat penting melek digital. Sebab, sudah saatnya apalagi Indonesia dan dunia sudah masuk dalam masa New Normal terkait Covid-19. “Saat masa New Normal ini adalah sangat penting pelaku UMKM melakukan pemasaran produknya secara online,” kata Monika.

Leonard Theosabrata mengatakan, pihaknya bersama pemerintah, dalam hal Kemkop dan UKM menargetkan ada penambahan 2.000.000 pelaku UMKM melek digital.

“Kami berkomitmen pelaku UMKM melek digital. Sebab dengan itu usaha mereka maju. Kalau usaha mereka maju maka ekomi Indonesia maju juga,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com