Kemko Maritim: Proyek KA Cepat dan Pelabuhan Patimban Terus Berjalan

Kemko Maritim: Proyek KA Cepat dan Pelabuhan Patimban Terus Berjalan
Ilustrasi Kereta Cepat (Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin)
Thresa Sandra Desfika / FER Senin, 15 Juni 2020 | 19:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memastikan pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan Pelabuhan Patimban terus berjalan di masa pandemi virus corona atau Covid-19. Hingga saat ini, belum ada perubahan target waktu penyelesaian kedua proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Baca Juga: Kereta Cepat Diperpanjang Jakarta-Bandung-Surabaya

"Proyek kereta cepat terus maju. Kalau terkendala Covid-19, tidak ada yang tidak tapi ini harus diselesaikan. Jadi proyek jalan terus secara umum. Meski ada pembebasan lahan yang masih dilakukan sedikit-sedikit tapi ada titik terang," kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Ridwan Djamaluddin di Jakarta, Senin (15/6/2020).

Ridwan menyebutkan, memang ada beberapa kendala pengerjaan proyek selain pembebasan lahan, seperti terhambatnya mobilitas sumber daya manusia (SDM), alat, hingga material di masa pandemi Covid-19. Namun, hal tersebut diperkirakan bisa diatasi dengan beberapa penyesuaian.

Baca Juga: Diteken, Kontrak Pekerjaan Paket 3 Pelabuhan Patimban

"Sebetulnya memang kalau dikaitkan Covid-19, mobilitas manusianya terkendala. Tetapi skema besar masih sama dan secara planning tidak ada perubahan hanya penyesuaian sana sini dengan kondisi lapangan," imbuh Ridwan.

Terkait dengan pembangunan Pelabuhan Patimban, Ridwan memastikan, proyek terus berjalan. Untuk pengerjaan paket 1 sudah mencapai 71 persen dan progres pembangunan paket 2 sebesar 40 persen. Selain itu, banyak perusahaan yang sudah menyatakan minatnya untuk menjadi operator Pelabuhan Patimban.

Baca Juga: Ini Usulan Proyek Strategis Nasional Baru Bidang PUPR

"Pembangunan Pelabuhan Patimban bergulir sesuai rencana semula. Pembebasan lahan dan lain-lain terus dilakukan. Selain itu, untuk operatornya banyak yang berminat. Mudah-mudahan ini bisa memberikan rasa keadilan dan efisiensi dalam pelaksanaan," imbuh Ridwan.



Sumber: BeritaSatu.com