Harga Minyak Naik 2% karena Kepatuhan Pemotongan Produksi OPEC+

Harga Minyak Naik 2% karena Kepatuhan Pemotongan Produksi OPEC+
Ilustrasi produksi minyak (Foto: Istimewa)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 19 Juni 2020 | 06:17 WIB

New Yrok, Beritasatu.com - Harga minyak naik pada perdagangan Kamis (19/6/2020) karena OPEC dan sekutunya bertemu untuk meninjau penurunan pasokan minyak. Kenaikan harga bahkan terjadi ketika pasar khawatir lonjakan kasus virus corona di beberapa bagian Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Minyak mentah berjangka Brent naik 78 sen menjadi US$ 41,48 per barel dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik 88 sen, atau 2,32 persen menjadi US$ 38,84 per barel.

"Anda akan melihat lebih banyak kepatuhan anggota OPEC (terkait pemotongan produksi)," kata analis minyak senior Price Futures Group Phil Flynn, di Chicago.

Baca juga: Kurva Covid-19 Naik, Harga Minyak Turun

Panel menteri OPEC+ bertemu pada Kamis untuk meninjau pemangkasan pasokan minyak dari sejumlah negara seperti Irak dan Kazakhstan yang telah meningkatkan kepatuhan terhadap kuota guna mendukung harga yang terpukul karena anjloknya permintaan hingga sepertiga selama pandemi Covid-19.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu, yang dikenal sebagai OPEC+, telah memangkas produksi 9,7 juta barel per hari (bph) atau 10 persen dari pasokan global sejak 1 Mei.

"Pertemuan Kamis tidak mungkin untuk merekomendasikan perpanjangan pemotongan menjadi Agustus," kata sumber.

Kepatuhan anggota OPEC+ dengan komitmen pengurangan produksi pada bulan Mei adalah 87 persen, dua sumber OPEC mengatakan pada Rabu.

Sejumlah orang khawatir lonjakan kasus corona dimana Beijing membatalkan penerbangan dan menutup sekolah. Sementara beberapa negara bagian AS, seperti Texas, Florida dan California, melaporkan peningkatan tajam kasus baru.

Kenaikan kedua mingguan berturut-turut stok minyak mentah AS ke rekor tertinggi juga membebani sentimen. Namun data pemerintah AS menunjukkan stok bensin dan sulingan yang lebih rendah, menunjukkan permintaan tinggi.

OPEC dalam laporan bulanan memperingatkan bahwa pasar akan tetap surplus di paruh kedua 2020 bahkan ketika permintaan meningkat.



Sumber: CNBC