Indonesia-Turki Tingkatkan Kerja Sama Infrastruktur

Indonesia-Turki Tingkatkan Kerja Sama Infrastruktur
Peningkatan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Turki ini terjalin melalui pertemuan bilateral Menpupera Basuki Hadimuljono dengan Pemerintah Turki, yang diwakili Menteri Perdagangan Ruhsan Pekcan secara virtual, pada Selasa (23/6/2020). (Foto: Ist)
Muawwan Daelami / FMB Rabu, 24 Juni 2020 | 09:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia dan Turki meningkatkan kerja sama pada level government to goverment (G2G), business to business (B2B), dan public private partnership (PPP) di bidang pembangunan infrastruktur.

"Pembangunan infrastruktur di Indonesia menjadi prioritas pemerintah dan salah satu sektor utama untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono dalam pernyataan resminya, Rabu (24/6).

Basuki menyatakan, pembangunan infrastruktur masih menyediakan banyak peluang investasi yang dapat dikerjasamakan dengan para pengusaha dan negara-negara lain, termasuk Turki.

Peluang investasi tersebut tidak hanya dalam pembangunan jalan tol, tapi juga sarana air bersih dan sanitasi, sumber daya air, perumahan, program pelatihan sumber daya manusia di bidang konstruksi serta transfer teknologi dan pengetahuan dalam sektor konstruksi.

Menurut Basuki, investasi diperlukan karena kemampuan pendanaan pemerintah sangat terbatas dalam pembangunan infrastruktur sehingga Kementerian PUPR melakukan terobosan dalam pembiayaan infrastruktur melalui keterlibatan investasi swasta.

"Dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, belanja infrastruktur juga melibatkan kontribusi swasta dengan proporsi 42 %," ungkapnya.

Karena itu, ia mendorong para investor asal Turki untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia guna mendukung Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (IT-CEPA) agar volume perdagangan mencapai USD 10 miliar pada tahun 2023.

Indonesia terus mengalami kemajuan sebagai negara yang memberikan kemudahan investasi. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mereformasi kebijakan untuk memastikan kemudahan dan kenyamanan investasi di Indonesia seperti dukungan viability gap fund (VGF) berupa jaminan ataupun dukungan pendanaan APBN pembangunan sebagian konstruksi jalan tol sehingga meningkatkan kelayakan finansial pada ruas jalan tol.

Basuki juga menyebut beberapa pekerjaan infrastruktur di Indonesia yang dilakukan dengan skema public private partnership seperti proyek Sistem Pengelolaan Air Minum Karian-Serpong senilai investasi Rp 2,213 triliun, Jalan Tol Cikunir-Ulujami senilai Rp 21,57 triliun, Jembatan Batam-Bintan dengan nilai investasi Rp 8,7 triliun.

“Kami sangat terbuka, silakan nanti dikomunikasikan dengan Duta Besar Indonesia untuk Turki Bapak Iqbal. Nanti membuat working group dengan narahubung Dubes Indonesia untuk Turki,” pesan Basuki.

Ia berharap, pembangunan infrastruktur di Kempupera dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, khususnya melalui investasi. Di samping itu, infrastruktur juga diharapkan dapat meningkatkan pemerataan hasil-hasil pembangunan, pengembangan kawasan, dan membuka lapangan pekerjaan di sektor konstruksi dan ikutannya.

Pertemuan bilateral
Peningkatan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Turki ini terjalin melalui pertemuan bilateral Menpupera Basuki Hadimuljono dengan Pemerintah Turki, yang diwakili Menteri Perdagangan Ruhsan Pekcan secara virtual, pada Selasa (23/6).

Pada kesempatan tersebut, Menpupera juga ditunjuk sebagai pimpinan Delegasi Republik Indonesia (Delri) untuk menjadi pembicara kunci pada acara Forum Bisnis Konstruksi Indonesia–Turki, di Kota Ankara, Turki.

Hadir dalam acara tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal, Ketua Kadin Rosan Perkasa Roeslani, Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Kennedy Simanjuntak, Dirut PT Waskita Karya Destiawan, Dirut PT Brantas Abiprata Bambang Esthi Marsono, dan sejumlah perwakilan Dewan Kerjasama Ekonomi Indonesia – Turki, Asosiasi Konsultan Konstruksi dan Arsitektur Turki, Asosiasi Kontraktor Turki, serta Asosiasi Kontraktor Indonesia. 



Sumber: BeritaSatu.com